TANGERANG,(JD) – Darurat sumber air yang dialami warga Kampung Galebeg RT 04/02, Desa Sukamurni, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang kian memperihatinkan. Setiap hari warga harus mengambil air di sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut menggambarkan dampak kekeringan yang terus dirasakan warga dan bergantung kepada bantuan pemerintah daerah agar memberikan distribusi air juga tindakan serta solusi agar persoalan ini segera teratasi.
Kejadian langka sulitnya mendapatkan sumber air sudah bertahun-tahun dialami oleh warga setempat. Faktanya, untuk mendapatkan sumber air harus melakukan pengeboran di kedalaman rata-rata 100-120 meter.
Salah satunya yang dialami Aang Kunaepi, warga setempat. Ia mengaku sudah bertahun-tahun mengalami kesulitan mendapatkan air di kampung nya sendiri.
“Kami selama bertahun-tahun sudah kesulitan mendapatkan air, untuk kebutuhan sehari-hari saja warga disini bahkan tempat ibadah seperti musolah juga ambil air di sungai,” tuturnya Aang. Minggu, 20/9/26.
Ia juga menjelaskan, kritis air di Kampung Galebeg susah memprihatinkan, kalau air sungai kekeringan kamu tidak bisa memenuhi kebutuhan untuk mandi dan lain-lain.
“Kekeringan yang sudah lama, kemarau yang panjang kami sudah pasrah dengan keadaan. Tiap hari beli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari sangat berat buat warga disini,” ujarnya.
Ia berharap ada kebijakan dan tindakan dari pemerintah desa ataupun pemerintah daerah agar warga bisa terbantu dan merasakan bantuan dari permasalahan krisis air.
“Warga sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah, karena bagi kami krisis air ini sangat darurat, kami ingin merasakan dampak yang bermanfaat bagi warga,” pungkasnya.
Warga mendesak Pemerintah Desa Sukamurni dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera menyalurkan bantuan air bersih serta memberikan solusi permanen agar krisis menahun ini segera berakhir.
