TANGERANG (JD) – Pemerintah Kabupaten Tangerang mengapresiasi keberadaan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Kota Seribu Industri. MES diyakini dapat menjadi penggerak utama dalam memperkuat dan memperluas ekosistem ekonomi syariah di Kabupaten Tangerang.
Demikian diungkapkan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menjadi narasumber Seminar Ekonomi Syariah, pada Selasa, 27 Januari 2026, di Aula Pendopo Bupati.
Bupati Maesyal menilai MES Kabupaten Tangerang dapat menjadi ruang kolaborasi berbagai unsur masyarakat, instansi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, organisasi keagamaan, hingga generasi muda Kabupaten Tangerang untuk mempercepat terwujudnya masyarakat mandiri secara ekonomi dan berkepribadian pada nilai keislaman.
Bupati Maesyal juga mengapresiasi kegiatan Seminar Ekonomi Syariah, yang dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan instrumen pasar modal yang halal, aman, dan berorientasi jangka panjang kepada masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Ini adalah langkah cerdas dan progresif dalam meningkatkan literasi keuangan syariah, sekaligus memperkenalkan instrumen pasar modal yang halal, aman, dan berorientasi jangka panjang kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya generasi muda dan pelaku UMKM,” tutur Bupati Maesyal.
“Workshop ini menjadi jembatan bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda dan pelaku UMKM, untuk mengenal instrumen investasi yang halal dan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi secara produktif,” imbuhnya.
Bupati Maesyal pun berharap melalui kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya program yang berdampak nyata kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, dan MES Kabupaten Tangerang dapat menyusun program pembangunan ekonomi syariah yang terarah berbasis pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum MES Kabupaten Tangerang, M. Mahrusillah mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam membumikan sistem ekonomi syariah sebagai pilar utama kesejahteraan masyarakat. Memperjuangkan ekonomi syariah bukan sekadar pilihan bisnis, melainkan sebuah kewajiban bersama atau fardhu kifayah demi kemaslahatan dunia dan akhirat.
“Kehadiran MES diharapkan mampu mengedukasi masyarakat agar terhindar dari praktik ekonomi yang tidak sesuai syariat. Selama 1,5 tahun terakhir, MES Kabupaten Tangerang telah bergerak masif melakukan edukasi literasi ekonomi syariah yang menyasar pelaku UMKM dan masyarakat umum di 29 kecamatan, mulai dari wilayah Kronjo hingga Solear,” ungkapnya.
Pihaknya juga akan merumuskan dan melaksanakan program yang sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang. Salah satunya dengan terus mendorong terciptanya kawasan kuliner dan pusat UMKM yang tersertifikasi halal.
”Apresiasi kami kepada Pemkab Tangerang yang telah memfasilitasi ruang bagi tumbuh kembangnya ekonomi syariah. Dengan sinergi antara pemerintah, ulama, dan praktisi, MES optimis Kabupaten Tangerang dapat menjadi role model penerapan ekonomi kerakyatan berbasis syariah di Indonesia,” ujarnya.
Pada seminar tersebut, juga dilakukan penandatanganan deklarasi bersama ekonomi syariah, MoU antara Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) dengan PCNU dan BEI dengan MES.
