Bupati Tangerang Genjot Bantuan Asrama dan Sanitasi untuk 1.100 Ponpes

Banten78 Dilihat

TANGERANG,(JD) – Komitmen memperkuat pondok pesantren ditegaskan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Ia menargetkan seluruh 1.100 pondok pesantren di Kabupaten Tangerang mendapatkan bantuan Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) dan Sanitasi Berbasis Pesantren (Sanitren) dalam tiga tahun ke depan.

Target tersebut disampaikan Bupati saat membuka fasilitasi pelaksanaan bantuan Aspontren dan Sanitren di Hotel Lemo, Kelapa Dua, Selasa (9/9/2026).

“Kita ingin tuntaskan 1.100 ponpes yang mendapatkan program sanitasi dan asrama. Tahun 2027 akan kita tambah lagi. Saya ingin dalam 3 tahun ke depan ini tuntas semuanya, atau jangan terlalu banyak sisanya,” tegas Bupati Maesyal.

Bupati menjelaskan, program ini terus mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun 2025 bantuan asrama diberikan kepada 75 pondok pesantren, maka pada tahun 2026 ini jumlahnya melonjak dua kali lipat menjadi 150 penerima manfaat.

Menurutnya, peningkatan tersebut bukan sekadar angka, melainkan upaya Pemkab Tangerang untuk memastikan santri belajar di lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan mampu mendorong kemandirian.

“Tahun lalu 75 asrama dan sanitasinya sudah kita bangun. Tahun ini 150 asrama. Insyaallah dengan doa para kiai dan ulama, tahun 2027 akan kita tambah lagi sesuai kemampuan keuangan daerah. Karena total ponpes di Kabupaten Tangerang memang sekitar 1.100,” paparnya.

Bupati Maesyal menegaskan, Aspontren dan Sanitren merupakan program berkelanjutan yang diinisiasi oleh Bupati sebelumnya, Ahmed Zaki Iskandar. Program ini menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.

“Program dari ide Pak Zaki ini akan terus kita lanjutkan dan tingkatkan. Asrama dan sanitasi yang layak itu penting sekali untuk meningkatkan semangat belajar para santri, yang kelak akan melanjutkan perjuangan para kiai, ustadz, dan ustadzah di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menitipkan pesan kepada para kiai dan pimpinan ponpes untuk tidak lelah membina umat.

“Santri adalah pemimpin kita di masa depan. Tugas kita bersama adalah membina mereka agar mandiri, semangat belajarnya tinggi, dan mampu memberikan kontribusi untuk keluarga, masyarakat, umat, dan bangsa,” pungkasnya.