Dua Bocah Tewas di Bak Proyek PSN KSCS, Ketua LSM BCW: Ada Dugaan Minim Pengamanan di Lapangan 

Banten87 Dilihat

Lebak, JD – Ambisi besar proyek strategis nasional (PSN) Karian Dam–Serpong Water Conveyance System (KSCS) kini dibayangi tragedi memilukan. Dua anak kecil di Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke dalam bak proyek yang disebut minim pengamanan, Selasa (14/04/2026).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Warga menyebut, kedua korban yang berasal dari Kampung Pasir Makam terpeleset dan masuk ke dalam bak kontrol proyek pipanisasi, sebelum akhirnya hanyut dan meninggal dunia.

“Innalilahi wa innailaihi rojiun, dua anak kecil meninggal setelah hanyut di kolam proyek,” ungkap warga di sekitar lokasi.

Insiden ini langsung memantik sorotan keras. Proyek bernilai Rp 2,44 triliun itu kini dipertanyakan komitmennya terhadap keselamatan kerja (K3), terutama di area yang berada dekat dengan permukiman warga.

Ketua LSM Banten Corruption Watch (BCW), Ana Triana, SH, menilai kejadian ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan alarm keras atas dugaan kelalaian di lapangan.

“Ini proyek triliunan, tapi pengamanan dasar saja diduga tidak maksimal. Kalau benar area berbahaya tidak tertutup atau tidak diawasi, ini patut dipertanyakan serius. Nyawa anak-anak jadi taruhannya,” tegas Ana.

Lebih jauh, persoalan proyek KSCS di Desa Mekarsari disebut bukan hanya soal K3. Kepala Desa Mekarsari, Ahmad Sanwani, mengaku pihaknya tidak pernah menerima kejelasan terkait izin lingkungan maupun penggunaan jalan desa untuk aktivitas proyek.

“Tidak ada izin lingkungan. Hanya sosialisasi sekali. Bahkan jalur alat berat juga tidak ada informasi ke kami,” ujarnya.

Di sisi lain, aktivitas proyek juga dituding merusak infrastruktur desa. Jalan yang digunakan sebagai jalur angkutan alat berat kini dalam kondisi becek dan rusak, meningkatkan risiko kecelakaan bagi warga.

“Hari ini dua anak meninggal di area proyek. Besok, siapa yang bisa jamin tidak ada korban lagi di jalan desa yang rusak akibat aktivitas proyek?” lanjut Ana.

Proyek KSCS sendiri merupakan program strategis nasional yang melibatkan BBWS Cidanau-Ciujung-Cidurian di bawah Kementerian PUPR, dengan pelaksana konsorsium BUMN karya.

Namun dengan munculnya korban jiwa, publik mulai mempertanyakan: apakah pengawasan proyek sebesar ini sudah berjalan semestinya, atau justru ada yang terlewat?

BCW memastikan akan melayangkan surat resmi untuk mendesak evaluasi menyeluruh, termasuk meminta pertanggungjawaban pihak-pihak terkait jika ditemukan adanya kelalaian.

“Jangan sampai proyek besar justru meninggalkan luka besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek dan instansi terkait masih dalam proses konfirmasi.