Kemarau Panjang, Warga Tapos Tigaraksa Harus Berebut Air Bersih di Sumur Cadas

Banten, Tangerang317 Dilihat

TANGERANG, (JD) – Dampak kemarau yang berkepanjangan membuat warga kampung Rancasadang RT 17/06 Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang kekurangan air bersih. Tak ayal, satu sumber matair di sumur cadas menjadi sumber utama untuk mendapatkan air bersih.

Meski sumber air hanya sedikit, sumur ini setiap harinya dipenuhi oleh warga yang ingin mendapatkan air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus. Warga rela antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Salah satu warga setempat Emat mengungkapkan, sumur cadas ini sudah bertahun-tahun tidak pernah kering. Bahkan di musim kemarau panjang seperti sekarang ini, sumur Cadas bisa tetap mengeluarkan air. Sehingga warga Kampung Rancasadang bisa sedikit terpenuhi kebutuhan air bersihnya.

“Pernah kami mendapat bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Tangerang, itupun tidak seberapa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan air satu hari. Sisanya ya kami harus rela antre lagi di sumur Cadas ini,” ujar Emat kepada wartawan.

Tak hanya itu, menurut Emat, warga yang sebelumnya berharap kebutuhan air bersih dari sarana air bersih (SAB) yang dibangun dari pokir DPRD, namun sumur di SAB itu sudah tidak bisa digunakan karena tidak mengeluarkan air. Ya bisa dikatakan mubazir dengan anggaran yang besar, tapi tidak juga bisa memenuhi kebutuhan air bersih.

“SAB sih ada dari anggaran pokir DPRD, tapi tidak berfungsi karena sudah tidak mengeluarkan air,” paparnya.

Ia menambahkan, setiap hari Sabtu dan Minggu dirinya harus antre panjang hanya untuk mendapatkan air bersih satu atau dua drigen. Belum lagi jalan menuju sumur cadas ini cukup jauh dan akse masih tanah sehingga tidak bisa menggunakan kendaraan.

“Akses jalan ke sumur cadas cukup terjal, sangat menguras tenaga apabila membawa alat pengangkut air seperti dirigen, ember, galon. Kami harus ekstra hati-hati, kkarena jalan masih tanah,” ujar Emat.

Hal senada dikeluhkan warga lainnya Amin. Ia mengaku sudah bertahun-tahun tinggal di Rancasadang dan menggunakan air dari sumur cadas ini. Karena pasokan air bersih untuk keluarga hanya bisa didapat dari sumur Cadas, tertuama di musim kemarau seperti sekarang ini.

“Kami hanya mengangtungkan kebutuhan air bersih dari sumber air sumur Cadas ini. Karena sumber air dari sumur-sumur lain sudah kering,” tandas Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *