Pembagian Paket Sembako Gratis, Bimo: Wujud Nyata Ikhtiar Ringankan Beban Ekonomi Warga

TANGERANG (JD) – Keluarga besar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Tangerang menggelar aksi berbagi 1000 paket sembako secara gratis kepada masyarakat, Rabu 7 Januari 2026.

Pembagian sembako bertajuk “Golkar Peduli” tersebut berlangsung di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kabupaten Tangerang oleh Ketua terpilih Intan Nurul Hikmah dan Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tangerang secara langsung kepada masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi.

Ketua Panpel “Golkar Peduli” DPD II Partai Golkar Kabupaten Tangerang, Bimo Mahfudz Fudianto mengungkapkan bahwa langkah sederhana ini bukanlah sekadar pembagian sembako, melainkan wujud nyata dari ikhtiar dalam meringankan beban ekonomi warga di tengah situasi kebangsaan yang akhir-akhir ini dirasakan semakin berat.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tangerang inipun menegaskan bahwa kepedulian sosial harus menjadi nafas seorang pengurus partai dan wakil rakyat.

“Kami meyakini perintah Allah Tuhan Yang Maha Esa, barang siapa meringankan beban saudaranya, maka Allah akan meringankan bebannya, baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Bimo.

Ia lantas mengingatkan, bahwa jabatan sebagai anggota DPRD sejatinya bukan sekadar amanah untuk mengawasi, mengatur, atau menganggarkan. Lebih dari itu, politik adalah jembatan pengabdian yang menuntut kepekaan hati dan keberanian untuk hadir langsung bersama masyarakat.

Bimo menilai, masyarakat lebih membutuhkan kehadiran pengurus partai dan wakil rakyat yang tidak sekadar berbicara di ruang rapat, tetapi juga hadir mendengarkan, merasakan, dan ikut mencari solusi atas persoalan sehari-hari.

Karena itu, lanjut Bimo, langkah sederhana berupa pembagian sembako ia maknai sebagai jalan untuk merawat solidaritas sosial sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

“Legislator tidak boleh hanya pandai berbicara regulasi. Legislator pun harus peka dan harus ikut merasakan kehidupan rakyatnya,” tegasnya.

Menurutnya pembagian sembako hanyalah sebuah langkah kecil, namun ia optimis bahwa, langkah kecil yang dilakukan dengan hati tulus akan meninggalkan jejak besar dalam ingatan warga.

Selain itu, solidaritas dan rasa kebersamaan inilah yang menurutnya, menjadi perekat bangsa di tengah persoalan yang melanda.

“Bantuan ini mungkin tidak menyelesaikan semua kesulitan ekonomi, tetapi ia adalah simbol bahwa kita masih saling peduli, masih saling menopang, dan masih meyakini bahwa pertolongan Allah selalu bersama orang-orang yang peduli terhadap sesamanya,” ungkapnya.

Bimo pun memastikan akan terus berupaya menghadirkan politik yang tidak menjauh dari rakyat, melainkan menyatu dalam denyut nadi kehidupan masyarakat melalui karya-kekaryaan.

“Selama masih diberi amanah, saya ingin memastikan politik menjadi jalan keberkahan, dan jembatan pengabdian kepada masyarakat. Khoirunnas anfauhum linnas,” pungkasnya.