Peringatan Hari Santri 2026 Jadi Momentum Pemkab Tangerang Perkuat Pendidikan Keagamaan

Banten65 Dilihat

TANGERANG,(JD) – Komitmen terhadap pendidikan santri ditegaskan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid pada peringatan Hari Santri 2026. Upacara yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kamis, 22 Oktober 2026, menjadi ajang Bupati menyampaikan sejumlah program afirmatif untuk pesantren dan madrasah.

Menurut Maesyal, Pemkab Tangerang tengah menyiapkan perluasan skema sekolah gratis. Jika selama ini menyasar SD dan SMP swasta umum, ke depan sasarannya akan ditambah untuk madrasah ibtidaiyah dan tsanawiyah swasta.

Tak hanya itu, Pemkab juga merancang program kuliah gratis. Program ini ditujukan bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan para santri lulusan SMA/sederajat yang lolos seleksi.

“Ini akan kita bahas bersama TAPD dan DPRD, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Prinsipnya, kami ingin santri dan siswa madrasah swasta mendapat perhatian yang lebih besar,” kata Maesyal.

Dari sisi infrastruktur, pembangunan pendukung pondok pesantren juga digenjot. Maesyal menyebut, tahun 2025 Pemkab telah membangun 50 unit asrama pesantren, dan tahun ini angkanya dilipatgandakan menjadi 150 unit.

“Keterbatasan anggaran ada, tapi perhatian untuk pondok pesantren akan terus kita jaga setiap tahun,” tegasnya.

Program insentif keagamaan juga dipastikan berlanjut. Setiap tahun Pemkab memberikan insentif kepada sekitar 4.000 guru ngaji, termasuk perhatian bagi marbot, petugas pemulasaraan jenazah, dan dukungan sarana ibadah.

Di akhir sambutannya, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan. Kabupaten Tangerang yang heterogen, kata dia, harus terus merawat toleransi antarumat beragama.

“Makna Hari Santri bukan hanya soal santri, tapi juga bagaimana kita merawat persatuan dan keharmonisan di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Program ini disambut positif kalangan santri. Ahmad Hakunazali, santri Ponpes Fathurrobbaaniy Cisoka, menilai beasiswa dan pembangunan asrama sangat membantu aktivitas belajar santri.

Selama ini, satu kamar asrama di ponpesnya harus dihuni 10 santri bahkan lebih. Dengan adanya tambahan asrama, ia berharap kondisi belajar dan istirahat santri menjadi lebih layak.

“Programnya sangat membantu kami lebih semangat mengaji dan menuntut ilmu. Harapannya terus dilanjutkan,” ucap Ahmad.