Setahun Kerja Bupati Tangerang cuma Omon-omon, puluhan Mahasiswa demo Kantor Bupati

Banten63 Dilihat

TANGERANG, (JD) – Dinilai tak becus bangun jalan yang sudah seperti kubangan kerbau dan banyak menelan korban, Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Tangerang, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab), Kecamatan Tigaraksa, Senin (23/2/2026) sore. Aksi tersebut menjadi momentum evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Maesyal Rasyid.

Massa sempat terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan saat mencoba merangsek masuk ke area kantor bupati. Sejumlah mahasiswa mengalami luka, satu orang terluka cukup serius setelah terjatuh dalam kericuhan. Seorang anggota kepolisian juga terpental hingga perlengkapan pengaman terlepas dari tubuhnya.

Koordinator aksi dari BEM Universitas Pramita Indonesia, Nur Ainah, menyampaikan mahasiswa memberikan nilai 2 dari skala 10 terhadap kinerja pasangan kepala daerah tersebut.

“Kami menilai banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Infrastruktur jalan rusak, banjir, hingga pengawasan jam operasional truk tanah masih menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya dalam orasi.

Mahasiswa menyoroti kerusakan jalan di wilayah Pasar Kemis yang dalam sebulan terakhir menyebabkan empat korban jiwa. Selain itu, mereka menilai penanganan banjir pada sejumlah kawasan permukiman belum optimal. Transparansi anggaran tahun 2026 yang mencapai Rp8,7 triliun juga menjadi tuntutan massa.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Erwin Mawardi, menemui peserta aksi dan mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang perlu pembenahan.

“Masih ada berbagai persoalan yang sedang kami benahi. Kami tidak menutup mata terhadap kritik dan masukan yang masyarakat sampaikan,” kata Erwin.

Menurutnya, pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan, termasuk pembenahan infrastruktur, penguatan sektor pendidikan, serta program rumah layak huni bagi warga.

Aksi berakhir setelah dialog antara perwakilan mahasiswa dan pemerintah daerah berlangsung. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kebijakan pemerintah serta memastikan tuntutan mereka mendapat tindak lanjut nyata.

Tidak hanya sampai disitu, terkait jalan rusak di beberapa group sosial media. Ada himbauan ajakan aktivis untuk melakukan aksi demo ke KPK untuk menyeret Bupati Tangerang Maesyal Rasyid atas kerusakan jalan dan bertanggung jawab atas telah banyak nya jatuh korban jiwa.