Targetkan Jaringan 150 Supermarket di UEA, Apkasi dan KJRI Dubai Dorong UMKM Daerah Tembus Pasar Global

Ekonomi63 Dilihat

JAKARTA, (JD) – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara konkret mulai memetakan jalur distribusi produk unggulan daerah ke pasar Uni Emirat Arab (UEA). Dalam pertemuan strategis daring bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai, Jumat (8/5/2026), produk UMKM kabupaten ditargetkan mampu masuk ke jaringan retail raksasa West Zone yang memiliki lebih dari 150 cabang di UEA.

Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menegaskan bahwa orientasi pasar pemerintah kabupaten kini harus bergeser dari pasar domestik ke pasar global. Menurutnya, potensi produk pangan olahan, kopi, rempah-rempah, hingga produk herbal dari berbagai kabupaten di Indonesia memiliki daya saing tinggi jika didukung standar ekspor yang tepat.

“Kita tidak bisa lagi hanya berpikir pasar lokal. Dubai adalah hub perdagangan dunia yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa. Jika produk daerah berhasil menembus Dubai, pintu pasar internasional lainnya akan terbuka lebar,” ujar Bursah yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat.

Bursah menambahkan, tantangan utama daerah saat ini adalah memastikan kualitas, kemasan, dan kontinuitas pasokan. Oleh karena itu, Apkasi memosisikan diri sebagai jembatan koordinasi antara pemerintah kabupaten dengan KJRI Dubai dan para mitra bisnis di Timur Tengah untuk memastikan produk daerah memenuhi kriteria perdagangan global.

*Gagasan “Indonesia Corner” dan Pameran Setahun Penuh di Dubai*
Menanggapi inisiatif tersebut, Konsul Jenderal RI di Dubai, Denny Lesmana, menawarkan solusi konkret berupa pembentukan “Indonesia Corner” di Dubai. Tempat ini direncanakan menjadi etalase permanen bagi produk unggulan daerah agar dapat dipantau langsung oleh para pebisnis mancanegara yang singgah di Dubai.

“Dengan adanya Indonesia Corner, anggota Apkasi bisa menyelenggarakan pameran sendiri secara bergantian selama setahun penuh. Ini sangat strategis karena Dubai adalah pusat event kelas dunia yang dikunjungi pebisnis dari seluruh belahan bumi,” ungkap Denny Lesmana.

Penguatan Melalui Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026

Sebagai tindak lanjut penguatan rantai pasok nasional dan internasional, Apkasi mengajak seluruh pemerintah kabupaten untuk mematangkan kesiapan ekspor mereka pada ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang.

Salah satu agenda kunci dalam AOE 2026 adalah Forum Kerja Sama Perdagangan Komoditas Pangan Antar Daerah. Forum ini dirancang untuk mempertemukan daerah surplus dengan pembeli (buyer) potensial, termasuk mengundang investor dari Dubai melalui jaringan KJRI.

Melalui kerja sama ini, Apkasi berharap tercipta pemetaan produk unggulan daerah yang lebih tajam sehingga memberikan dampak nyata pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.