Tim Supervisi Mabes Polri Tinjau Kesiapan Operasi Ketupat Maung 2026 di Polresta Tangerang

Banten37 Dilihat

TANGERANG, (JD) – Tim Supervisi Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri melakukan pengecekan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026 di wilayah hukum Polda Banten dengan mengunjungi Markas Komando Polresta Tangerang, Minggu (15/3). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pengamanan arus mudik Lebaran dan perayaan hari besar keagamaan berjalan optimal, aman, dan kondusif.

Tim supervisi dipimpin oleh Hando Wibowo bersama sejumlah perwira menengah Mabes Polri dan didampingi jajaran Polda Banten. Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta sistem pengamanan yang diterapkan selama operasi berlangsung.

Dalam arahannya, Brigjen Hando menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui pelayanan nyata, bukan sekadar formalitas.

Menurutnya, arahan dari Astamaops Kapolri menekankan agar seluruh jajaran benar-benar hadir di lapangan dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

“Tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia jangan hanya menjadi slogan di spanduk. Masyarakat harus benar-benar merasakan manfaatnya melalui kerja keras seluruh personel di lapangan,” tegasnya di hadapan Kapolresta Tangerang dan para Kasatgas Operasi Ketupat.

Dalam kunjungan tersebut, tim supervisi juga memberikan sejumlah penekanan strategis. Pertama, pengawasan terhadap personel yang terlibat dalam operasi harus dilakukan secara ketat agar seluruh anggota yang telah terploting dalam Surat Perintah (Sprin) benar-benar berada di titik penjagaan yang telah ditentukan.

Selain itu, Polri juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran informasi palsu atau hoaks di media sosial yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat, terutama selama momentum mudik dan ibadah Ramadan.

Tim supervisi turut mendorong inovasi melalui pemanfaatan aplikasi Police Tube, yang memungkinkan anggota di lapangan mengunggah dokumentasi kegiatan secara langsung. Dengan cara tersebut, pimpinan Polri hingga Kapolri dapat memantau dinamika situasi serta tantangan yang dihadapi personel di lapangan secara real time.

Pengamanan tahun ini juga memiliki perhatian khusus karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu. Oleh karena itu, sinergi antar pemangku kepentingan dinilai penting untuk memastikan kedua momentum keagamaan tersebut berlangsung secara harmonis dan penuh toleransi.

Selain itu, jajaran Polri juga diminta mengantisipasi perubahan pola mobilitas masyarakat seiring kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang mulai diterapkan pada 16 Maret. Kebijakan tersebut diperkirakan akan memengaruhi pola pergerakan masyarakat selama periode mudik.

Kunjungan supervisi yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu ditutup dengan evaluasi terhadap pos pengamanan dan pos pelayanan di wilayah Polresta Tangerang. Melalui pengawasan langsung dari Mabes Polri, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026 di wilayah Polda Banten dapat berjalan maksimal serta mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kita semua adalah bagian dari satu sistem yang saling berkaitan. Mari kita amankan seluruh aktivitas masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Brigjen Hando.