Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Didesak Tindak Tegas Oknum Pegawai Staf yang Malas

Banten59 Dilihat

TANGERANG (JD) – Desakan agar Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah melakukan evaluasi kinerja ASN secara total semakin menguat.

Masyarakat menilai selama ini evaluasi dan rotasi jabatan hanya berhenti pada level kepala dinas, kabid, kasi, hingga lurah. Sementara itu, pegawai staf—yang menjadi ujung tombak pelayanan dan penyusun laporan lapangan—hampir tidak pernah tersentuh pembinaan maupun penindakan tegas.

Koordinator Lapangan (Korlap) Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Tangerang (KM2KT) Abiyyu Ikhbar Atahaya mengatakan, kebijakan rotasi hanya menyasar pejabat struktural, tapi oknum staf yang malas justru aman-aman saja.

Menurutnya, banyak laporan lapangan justru ditangani oleh staf. Jika data buruk muncul, tidak sedikit yang memilih menutupi agar atasan terlihat seolah-olah bekerja baik. Praktik ini dinilai berbahaya karena membuat Bupati dan Wakil Bupati tidak menerima informasi apa adanya, sehingga keputusan strategis bisa meleset dari realita.

Abiyyu juga menyoroti perilaku sebagian oknum ASN yang bekerja tanpa etos. “Ada yang datang hanya untuk ngopi, makan, lalu pulang. Kerja setengah hati, tapi tetap ingin gaji penuh,” ungkapnya.

Kondisi perkantoran di beberapa dinas dan kecamatan juga disorot. Hampir setiap hari digelar rapat dengan konsumsi, yang menurut masyarakat hanya menghabiskan anggaran tanpa memberikan dampak nyata terhadap pelayanan masyarakat.

“Rapat terus, konsumsi terus, tapi pelayanan tetap lambat,” kritiknya.

Fenomena ini dinilai kontras dengan sektor swasta seperti pabrik, di mana rapat tidak selalu dilengkapi konsumsi namun pekerjaan tetap berjalan disiplin, efisien, dan terukur.

Abiyyu juga mendesak Bupati dan Wakil Bupati Tangerang untuk turun tangan langsung dan tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada ASN yang tidak menunjukkan komitmen kerja.

“Kalau ingin Kabupaten Tangerang semakin gemilang, jangan hanya pejabat yang dibina. Staf-staf yang malas harus dievaluasi. Kalau dibiarkan, ya laporan akan terus dimanipulasi dan kinerja pemerintah tetap buruk,” tegasnya.

Abiyyu berharap Bupati dan Wakil Bupati mengeluarkan instruksi keras dan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh aparatur.

“ASN itu digaji untuk melayani masyarakat, bukan untuk mencari kenyamanan pribadi. Kalau tidak mau bekerja, sebaiknya mundur,” pungkasnya dengan nada tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *