Dewan Pendidikan: Penerapan JBM Diperlukan Sinergisitas dan Kolaborasi

TANGERANG (JD) – Kemudahan dalam mengakses media sosial saat ini menjadi salah satu tantangan yang tidak mudah dalam memunculkan komitmen dari orangtua dan anak didik untuk dapat mematuhi penerapan program Jam Belajar Masyarakat (JBM). Dalam penerapan program JBM diperlukan sinergisitas dan kolaborasi yang baik antara seluruh jajaran yang terlibat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Mas Iman Kusnandar disela-sela Seminar Rekomendasi Penerapan JBM di Hotel Lemo, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jum’at (28/11/2025). Seminar yang diinisiasi Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang ini dibuka oleh Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan menghadirkan dua narasumber pemateri, Komaruzaman dan Masduki.

“Penerapan program JBM tersebut merupakan upaya dewan pendidikan dan pemerintah dalam rangka menciptakan kondisi lingkungan masyarakat yang nyaman, aman dan tertib untuk kegiatan belajar, sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai dengan baik. Apalagi terwujudnya pembangunan dalam bidang pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan orangtua,” kata Mas Iman Kusnandar.

Oleh karenanya ketiga komponen tersebut harus mampu saling mengisi dengan peran dan fungsinya masing-masing. Kepedulian masyarakat terhadap pendidikan khususnya keluarga akan sangat menentukan keberhasilan pendidikan.

Diharapkan nantinya dapat dilaksanakan media sosialisasi baik bagi masyarakat, orangtua dan anak didik sebagai upaya penyamaan persepsi dan komitmen dalam penerapan program JBM kedepan.

Menurut Mas Iman Kusnandar, program JBM sebagai upaya bersama dalam menggiatkan kembali pelaksanaan jam belajar masyarakat di Kabupaten Tangerang sekaligus menjadi media koordinasi dalam menyusun langkah-langkah strategis dalam mempercepat penerapan JBM agar dapat segera terlaksana di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

“Melalui penerapan program JBM ini saya berharap dapat semakin meningkatkan capaian dan pembangunan pada sektor pendidikan di Kabupaten Tangerang. Disamping itu saya berharap penerapan program JBM pada akhirnya dapat menjadi gaya hidup positif yang diterapkan oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Komaruzaman dalam pemaparannya mengatakan, JBM sebenarnya cukup efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa. Dikarenakan siswa dapat memaksimalkan waktu luangnya untuk belajar.

Hanya saja untuk penerapan JBM di masa sekarang harus disesuaikan dengan perkembangan yang ada. Sebab dulu siswa belum mengenal teknologi berupa gadget dan internet. Sehingga siswa zaman dulu bisa lebih fokus dengan buku.

Walaupun demikian, penggunaan gadget sebenarnya bisa membantu untuk memaksimalkan JBM. Lantaran untuk sekarang sudah banyak media pembelajaran berbasis digital yang dapat diakses melalui handphone atau laptop.

Oleh karena itu, Komaruzaman menilai, jika JBM diterapkan tentu wajib mendapat pendampingan dari orangtua. Hal itu penting agar siswa yang tengah menjalani JBM menggunakan gadget benar-benar belajar. Bukan bermain dengan HP-nya.

“Apalagi sekarang kan sudah banyak anak-anak yang kecanduan handphone, sehingga proses belajar harus diawasi atau didampingi,” ujarnya.

Komaruzaman menilai, penerapan JBM di masa sekarang juga harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Sebab saat ini sudah banyak sekolah yang menerapkan jam belajar dari pagi hingga sore atau full day.

“Siswa yang belajar terus menerus justru membuat proses belajarnya tidak maksimal, sehingga memang perlu ada waktu istirahat atau refreshing,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *