Hadiah Umroh, Wakil Bupati Tangerang Lepas Ribuan Warga Nahdliyyin Jalan Santai Sarungan

Banten52 Dilihat

TANGERANG (JD) – Ribuan warga Nahdliyyin memenuhi Alun-alun Kecamatan Balaraja, pada Sabtu, 31 Januari 2026, pagi. Ribuan peserta itu antusias mengikuti Jalan Santai Sarungan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-103 Nahdlatul Ulama.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dengan titik start dan finish di Alun-alun Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Para peserta tampak kompak mengenakan sarung dan busana putih, menciptakan pemandangan khas santri di tengah pusat kota. 

Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik, termasuk hadiah utama umroh gratis dan sepeda motor listrik, serta hadiah lainnya seperti sepeda gunung, kulkas, televisi, dan ponsel.

Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah yang berhadir sekaligus melepas Jalan Santai Sarungan mengucapkan “Selamat Satu Abad Nahdatul Ulama (NU)”. Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”.

“NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki sejarah panjang, di usia 1 abad ini NU tetap semangat dan konsisten dalam membela ke Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Wabup Intan.

Wabup Intan menekankan bahwa di tengah perbedaan, seluruh elemen bangsa harus mampu menekan ego masing-masing dan menjadikan persatuan serta kesatuan sebagai nilai utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hanya dengan persatuan dan persaudaraan yang rukun, kita bisa membangun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.

Wabup Intan juga mengajak generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa, termasuk para tokoh dan ulama NU yang berperan besar dalam proses kemerdekaan serta pengawalan perjalanan bangsa hingga saat ini.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan secara pribadi, Wabup Intan beserta keluarga menyampaikan ucapan selamat menyongsong Hari Lahir Nahdlatul Ulama. Wabup Intan berharap peringatan satu abad NU menjadi momentum memperkokoh persatuan dalam membangun NKRI menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tangerang, Komaruzaman menjelaskan, kegiatan Jalan Santai Sarungan bukan hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga simbol semangat santri yang terus bergerak dan berkontribusi bagi negeri.

“Harlah NU bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa serta membangun karakter Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, jalan santai tersebut menjadi simbol bahwa santri terus bergerak, berkontribusi, dan mengawal kemerdekaan menuju peradaban dunia.

Menurutnya, kehadiran ribuan warga Nahdliyyin menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan di kalangan santri dan masyarakat masih sangat kuat. 

Ia menyebut, partisipasi besar ini menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan para ulama masih hidup di hati umat.

“Kami bangga melihat antusias warga Nahdliyyin yang begitu tinggi. Ini bukan hanya kegiatan olahraga, tapi juga bentuk cinta terhadap ulama, pesantren, dan Tanah Air,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Bupati-Wakil Bupati Tangerang, Kapolresta Tangerang, KONI Kabupaten Tangerang, serta para sponsor yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. 

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan warga Nahdliyyin menjadi kunci terselenggaranya acara yang aman dan meriah.

“Dukungan semua pihak membuat kegiatan ini berjalan lancar. Ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tangerang terjalin sangat baik,” kata Komaruzaman.

Komaruzaman berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, dengan melibatkan lebih banyak generasi muda untuk mengenal nilai perjuangan santri dan tradisi pesantren. 

Ia menilai, gerak bersama seperti ini menjadi ruang yang efektif untuk memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat perkotaan.

“Kami ingin Jalan Santai Sarungan bukan hanya seremonial tahunan, tapi menjadi ruang kebersamaan lintas usia. Santri harus hadir di tengah masyarakat sebagai penggerak nilai-nilai kebangsaan dan spiritual,” pungkasnya.