Jelang Hari Raya Kurban, Pemkab Tangerang Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan

Banten56 Dilihat

TANGERANG, (JD) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Tangerang memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna memastikan keamanan dan kelayakan hewan yang akan dibeli masyarakat.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan peninjauan langsung ke salah satu lapak penjualan hewan kurban, Mbakul Lembu Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (22/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan memenuhi standar kesehatan dan keamanan yang telah ditetapkan.

Dalam keterangannya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) terus melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh di berbagai titik penjualan.

“Hari ini sudah dilakukan pemeriksaan dari DPKP untuk memastikan apakah hewan kurban sehat atau tidak. Alhamdulillah semuanya dalam keadaan sehat dan masuk kategori Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” ujar Maesyal.

Ia menegaskan bahwa hanya hewan yang memenuhi standar kesehatan yang diperbolehkan untuk dipasarkan kepada masyarakat. Sementara hewan yang tidak memenuhi ketentuan kesehatan dipastikan tidak dapat diperjualbelikan.

“Kalau sehat bisa dijual, kalau tidak sehat tidak boleh dijual dan dilarang untuk diperjualbelikan,” tegasnya.

Data DPKP Kabupaten Tangerang mencatat hingga saat ini sebanyak 334 lapak penjualan hewan kurban telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Seluruh lapak tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan dan telah diberikan identitas atau simbol kesehatan sebagai tanda hewan layak dijual.

Menurut Maesyal, langkah tersebut menjadi bentuk perlindungan bagi masyarakat agar memperoleh hewan kurban yang aman dan sehat.

“Mudah-mudahan ini menjadi modal dasar bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban dalam keadaan sehat dan aman dari sisi kesehatannya,” katanya.

Di lokasi terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja yang turut melakukan monitoring pemeriksaan hewan kurban di Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kualitas hewan kurban yang beredar di masyarakat.

Ia mengungkapkan sebanyak 96 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban telah diterjunkan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang. Tim tersebut terdiri dari dokter hewan dan petugas pemeriksa kesehatan hewan yang berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten II.

“Ada 96 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban yang disebar ke sejumlah titik di Kabupaten Tangerang,” jelas Soma.

Sementara itu, pemilik lapak Mbakul Lembu, Indra, mengatakan pihaknya menyediakan 72 ekor sapi dan 195 ekor kambing yang seluruhnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan DPKP Kabupaten Tangerang.

“Kalau sapi ada 72 ekor, kalau kambing ada 195 ekor. Semua sudah diperiksa langsung oleh dokter dari Keswan DPKP dan dinyatakan 100 persen sehat,” ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pengecekan bagian mulut, kaki, dan kuku untuk memastikan hewan bebas dari penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Indra menyebut kondisi kesehatan hewan kurban tahun ini relatif lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya saat PMK sempat merebak.

“Alhamdulillah saat ini tidak ada. Pemeriksaannya meliputi bagian mulut, kaki, dan kuku,” katanya.

Ia menambahkan sebagian besar hewan yang dijual berasal dari peternakan sendiri dengan pola perawatan yang difokuskan pada kualitas pakan dan kebersihan kandang guna menjaga kesehatan ternak tetap optimal menjelang Idul Adha.