Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Rangkaian Commuter Line, Korban Jiwa dan Puluhan Luka

Nasional69 Dilihat

BEKASI, (JD) – Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin malam (27/4/2026), saat Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL Commuter Line yang tengah berhenti di jalur stasiun. Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi awal, benturan terjadi sekitar pukul 20.53 WIB. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menghantam gerbong paling belakang KRL yang dilaporkan merupakan gerbong khusus wanita. Akibat benturan keras, bagian belakang rangkaian KRL mengalami kerusakan parah dan sejumlah penumpang sempat terjebak di dalam gerbong.

Petugas gabungan dari Basarnas, kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, dan tenaga medis langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban. Sedikitnya 20 ambulans disiagakan guna membawa korban luka ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.

Juru Bicara PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menyatakan pihaknya fokus pada penyelamatan korban dan penanganan penumpang terdampak. Ia menyebut sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

“Saat ini prioritas kami adalah evakuasi korban, penanganan penumpang, serta pemulihan operasional perjalanan kereta,” ujar Anne Purba dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, perwakilan operator Commuter Line, Karina Amanda, mengatakan investigasi masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

“Kami masih berfokus pada evakuasi penumpang dan kru kereta, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi,” katanya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, yang meninjau lokasi memastikan kepolisian bersama pihak terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Menurutnya, seluruh aspek teknis, mulai dari sistem persinyalan, komunikasi perjalanan kereta, hingga kondisi jalur akan diperiksa secara menyeluruh.

Akibat kejadian ini, perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang dan sejumlah kereta jarak jauh sempat mengalami gangguan. Penumpang diminta mengikuti informasi resmi dari KAI maupun KAI Commuter terkait perubahan jadwal dan rekayasa perjalanan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik dan kembali menyoroti pentingnya peningkatan sistem keselamatan transportasi rel nasional, terutama di jalur padat penumpang Jabodetabek. Hingga Selasa pagi, proses evakuasi dan penyelidikan lanjutan masih berlangsung.