Lesbumi Kabupaten Tangerang Buktikan Khidmat dan Aplikasikan Lagu di Harlah NU ke-103

Banten42 Dilihat

Tangerang,(JD)- Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Tangerang ikut meramaikan semarak Harlah NU ke-103 dengan penampilannya yang apik dipadu dengan ciri khas puisi estetik. Dalam penampilan ini Lesbumi mengawalinya dengan Tawasul kepada para Muassis NU dan Lesbumi yang bertempat di Alun-Alun Balaraja, Sabtu, 31/01/26.

Lesbumi Kabupaten Tangerang mengajak masyarakat untuk kembali mempelajari sejarah Islam Nusantara yang selama ini dijauhkan oleh oknum yang mengatasnamakan ajaran pemurnian tauhid, tapi sesungguhnya menjauhkannya dari ajaran islam ahlussunnah wal jamaah.

Kemudian lagu Mars saptawikrama yang berisi meneguhkan posisi Lesbumi PBNU sebagai Garda Nasional Peradaban, Kesenian dan Kebudayaan Islam Nusantara ini menandai kehadiran dan fungsi penting Lesbumi dalam meneguhkan Islam Nusantara untuk membangun peradaban Indonesia dan dunia.

H. Ade Sirojul Munir, Ketua Lesbumi Kabupaten Tangerang menyampaikan sebagai lembaga yang lahir dari NU, Lesbumi diharapkan mampu menjadi wadah bagi para warga nahdhiyyin.

“Mempunyai minat dan ghirroh syi’ar untuk aktif dalam setiap pergerakan Lesbumi, ada banyak warisan leluhur bangsa Indonesia khususnya Banten yang harus di jaga dan lestarikan keberadaannya,” ujar H. Ade.

Selain itu kata Ketua Lesbumi, di acara Harlah NU ke-103 ini semata-mata untuk menyampaikan da’wah ahlussunnah waljama’ah.

“Sehingga tidak ada lagi dikotomi antara agama dan budaya di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.

Ditengah tengah jeda lagu, puisi kebangsaan Karya KH. Abdulloh Wong yang berjudul ‘Bangkitlah Wahai Ulama’ dibacakan dengan lantang oleh Ghaos Zaenur Rohman.

“Puisi ini sekaligus menjadi penutup penampilan Lesbumi di perhelatan Harlah NU 103 yang bertempat di alun-alun Balaraja,” tutur Gus Ghaos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *