Menjemput Birahi di RVM Massage and Lounge Gading Serpong..!

Banten106 Dilihat

TANGERANG, (JD) – Geliat bisnis esek-esek di kawasan Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang serasa tidak ada matinya.

Bagi penikmat cinta sesaat, kawasan Gading Serpong adalah surganya . Mulai dari kelas melati hingga ‘Borjuis’ bisa ditemukan disana.

Tim liputan khusus Jurnaldaily.co kemudian melakukan penelusuran pada hari Sabtu (2/5/2026) pukul 18.15 wib, mendapati puluhan panti pijat Plus-plus dengan berbagai tema dan konsep outlet, mulai dari spa massage and bar hingga menyediakan lounge atau lantai dansa lengkap dengan Disjokey (DJ) dan karaoke.

Usai berkeliling area Kecamatan Kelapa Dua hingga pukul 21.10 wib, tim jurnaldaily yang berjumlah dua orang akhirnya memutuskan untuk menyambangi RVM massage and lounge yang berlokasi di Ruko dotcom blok B16.

Menariknya, di lokasi tim menemukan bahwa ruko tersebut hanya memiliki tulisan RVM dengan lampu menyala redup, tanpa embel-embel Healthy and Massage, seperti informasi yang tertera pada profile mereka di pencarian google.

Ketika tim memasuki tempat tersebut pukul 21.25 wib. Tim langsung disambut dengan ramah oleh seorang wanita berpakaian seksi dan ketat. Belakangan, diketahui wanita tersebut merupakan Guest Relation Officer (GRO,red).

“Halo abang-abang, sudah Booking,” tanya wanita yang biasa disapa Anna tersebut.

Setelah tim menyampaikan maksud dan keinginan. Anna kemudian mengarahkan tim ke lantai dua ruko yang merupakan Lounge. Tim pun disambut dengan sejumlah perempuan berpakaian sexy yang tengah bernyanyi ria, sembari melempar tatapan genit kearah Tim.

Tanpa basa-basi, Anna langsung menunjukan daftar paket jasa yang tersedia, bahkan dengan fasih tanpa ragu menawarkan jasa plus-plus. Kendati tim baru saja duduk di sofa yang disediakan di lokasi.

“Apakah sudah sering ke sini ?, disini kita punya paket mulai dari Rp.300.000 sampai Rp.850.000,” jelas Anna sembari menunjukkan android tab kepada tim.

Saat itu, Anna menjelaskan rincian untuk tiap-tiap paket yang diberi kode mulai dari P1 hingga P7.

Untuk P1, kata Anna, senilai Rp 300 ribu, pelanggan akan mendapatkan treatment massage alias pijit biasa selama 35 menit. Kemudian P2 senilai Rp350 ribu masih dengan pelayanan yang serupa.

Namun, perhatian tim teralihkan saat Anna menjelaskan paket P3 hingga P6. Empat paket tersebut menawarkan jasa berhubungan intim, tentunya dengan berbagai pilihan di tiap-tiap paketnya.

“Kalau P3 sampai P7 bisa ML (Making Love = berhubungan badan) semua abang-abang, cuman ada variasinya, mulai dari blow job sampe full job dan bisa sampai 2 kali keluar santennya,” canda Anna.

Usai berdiskusi, alhasil tim yang berjumlah dua jurnalis kemudian menentukan pilihan P4 senilai Rp 450rb dan P7 Rp 700ribu.

Dengan menggunakan tablet di tangan, ia pun menunjukan foto-foto sexy sejumlah therapist perempuan yang tersedia, dengan berbagai layanan yang dapat mereka berikan. “Kalau yang ini libur kak, yang ini namanya cia, ini rindu,” tuturnya.

Usai menentukan pilihan, tim kemudian diminta menunggu sembari diperdengarkan alunan karaoke. Tak berselang lama, dua orang therapist wanita yang sebelumnya dipesan tim akhirnya tiba.

Dengan, berpakaian sexy dan wangi parfum yang menyeruak langsung menghampiri tim, bahkan tanpa aba-aba keduanya langsung menyergap tim dengan cara memberikan pelukan.

Bak setali tiga uang. Keduanya pun langsung mengajak tim naik ke lantai tiga, yang disediakan pemilik RVM, untuk menuntaskan nafsu syahwat para pelanggan.

Namun tim memutuskan, untuk sejenak berbincang dan menggali lebih banyak informasi aktivitas apa saja yang ada di RVM.

Setelah beberapa menit mengobrol, ternyata RVM pun kerap menampilkan performance live music DJ bagi para pengunjung, dengan biaya open table secara terpisah lengkap dengan minuman keras (miras) yang tersedia.

“Iya untuk open table bisa, kita ada berbagai jenis minuman (Miras) yang tersedia,” ungkap perempuan tersebut.

Di lantai tiga, tim pun disambut sebuah lorong dengan penerangan sangat redup, dimana terdapat kamar pada setiap sisi kanan kirinya.

Seorang pria pun menyambut kedatangan tim di lantai tersebut, jelas sudah terbiasa langsung untuk menunjukan kamar mana yang disediakan bagi konsumen mereka yang datang.

“Silahkan, untuk abang kamarnya yang ini, untuk abang satunya kamar di sebelah sana,” ungkap pria tersebut.

Benar saja, setelah memasuki kamar tersebut secara terpisah, therapist yang ditugasi untuk menemani langsung melucuti pakaiannya hingga menyisakan pakaian dalam saja, sambil memberikan pertanyaan yang menohok.

“Sayang, mau langsung ML (making love-red) atau dipijat dulu,” ungkap therapist yang mengaku bernama Cia tersebut, sembari terlihat mengeluarkan alat kontrasepsi dari tas nya.

Tim pun meminta Cia untuk melakukan pijat refleksi, sembari menggali lebih dalam informasi yang diperlukan. Setelah sekian lama mengobrol, diketahui bahwa dirinya sudah lama bergelut didunia esek-esek.

Sementara untuk setiap harinya, setidaknya ia mendapatkan dua orang tamu yang harus dilayani. Dimana setiap tamu tersebut, menentukan seberapa banyak fee atau pendapatan yang ia raup.

“Kalau kemarin lebih rame, kalau malam emang kayaknya agak sepi. Kalau aku setiap hari ya paling sedikit dapat dua tamu,” ungkapnya.

Usai berbincang-bincang, tim akhirnya buru-buru menyudahi indeep reporting untuk pulang.

Saat akan keluar pintu dilantai satu, tim langsung disambut oleh pihak management untuk menyelesaikan pembayaran.

Seorang paruh baya berkacamata kemudian menyodorkan tagihan senilai Rp 1.355.250.

Tim kemudian memastikan kebenaran tagihan pembayaran tersebut. Tertulis dalam bill tersebut alamat RVM Cafe. Jl. Klp. Lilin Raya No. 16 Blok B, Curug Sangereng, Kec. Klp. Dua, kabupaten Tangerang, Banten.

Selain itu juga tertera tipe order, nama cashier, customer dengan keterangan sebagai abang, lengkap dengan harga paket layanan yang digunakan, tanpa keterangan pajak.