Lebak,(JD) – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, menghapuskan Pajak Bumi Bangunan (PBB) bagi petani dengan luas lahan sawah 5.000 meter atau setengah hektare ke bawah guna membantu petani dengan lahan terbatas.
”Kami berharap program penghapusan PBB itu berdampak pada menurunnya angka kemiskinan,” kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak Halson Nainggolan dalam keterangan di Lebak, Selasa.
Pemerintah Kabupaten Lebak di bawah kepimpinan Bupati Hasbi Asyidiki memiliki komitmen untuk mengentaskan kemiskinan.
Dengan demikian, menggulirkan program-program prorakyat yang menyentuh kepada masyarakat di antaranya penghapusan PBB bagi petani pemilik lahan seluas setengah hektare ke bawah.
Penghapusan PBB itu dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat juga dapat termotivasi untuk menggeluti usaha di bidang pertanian pangan, terlebih warga Lebak sumber mata pencaharian dari sektor pertanian.
Selain itu juga pengurangan Beban Pengeluaran Masyarakat yakni BPJS Kesehatan dan Tenaga Kerja serta bantuan pangan.
Pemerintah daerah juga mengoptimalkan program kegiatan pasar murah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.
Sedangkan program peningkatan pendapatan masyarakat melalui pelatihan dan coaching inkubator bagi pelaku UMKM dan job fair untuk lapangan pekerjaan bagi pencari kerja.
”Semua kegiatan ini dalam upaya pengentasan kemiskinan sesuai Inpres Presiden Nomor 8 tahun 2025,” katanya.
Menurut dia, pemerintah daerah memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan desa, jalan usaha tani dan rumah tidak layak huni di permukiman kantong-kantong kemiskinan.
Begitu juga pembangunan sarana infrastruktur pendidikan dan kesehatan serta lainnya untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kemiskinan di Kabupaten Lebak mengalami penurunan dari 8,40 persen menjadi 8,03 persen juga kemiskinan ekstrem menurun hingga 0,53 persen dari sebelumnya 0,82 persen.
Penurunan kemiskinan itu menunjukkan kinerja pemerintah daerah berhasil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
”Kami optimistis ke depan angka kemiskinan di Lebak bisa nol persen dengan ikhtiar dan berupaya melalui berbagai program pro rakyat yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” kata Halson.
Ia mengatakan pemerintah daerah juga menggandeng pemerintah pusat dan provinsi untuk percepatan pengentasan kemiskinan.
Program bantuan dari pemerintah dipastikan secara langsung dapat dinikmati masyarakat, seperti bantuan pangan dan pembangunan rumah layak huni serta sekolah gratis.
Selama ini, kata dia, program yang digulirkan pemerintah daerah, pusat dan provinsi berjalan baik untuk pengentasan kemiskinan.
”Kami berharap kedepannya angka kemiskinan di Lebak dapat terealisasi nol persen dengan kolaborasi itu,” katanya.
