TANGERANG (JD) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 29 kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang bulan suci Ramadan.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono mengatakan bahwa GPM menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan gejolak harga sembako di pasaran. Rangkaian GPM ini digelar mulai 10 Februari hingga 13 Maret 2026, di 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang agar manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, DPKP memasok komoditas dalam jumlah besar di setiap kecamatan, meliputi 2 ton beras, 300 kilogram gula pasir, 200 kilogram telur ayam ras, serta masing-masing 50 kilogram bawang merah dan bawang putih.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tiga hari yang lalu sudah melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Sepanjang Februari hingga Maret menjelang Idul Fitri, kami akan menggelar GPM sebanyak 29 kali di 29 kecamatan,” ujar Ujang Sudiartono.
Ujang menambahkan, dalam pelaksanaannya DPKP juga melakukan pemantauan intensif terhadap sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di pasaran.
“Tiga hari yang lalu kita melakukan pemantauan, yang pertama adalah telur. Memang ada kenaikan dari harga Rp27.000 menjadi Rp29.000 per kilogram. Namun di GPM hari ini, telur kita jual Rp27.500 sesuai harga kandang,” jelasnya.
Untuk komoditas cabai, Ujang menyebutkan terjadi kenaikan harga di pasar induk dari Rp67.000 menjadi Rp75.000 per kilogram. Namun pada kegiatan GPM, cabai diperoleh langsung dari petani sehingga bisa dijual dengan harga Rp60.000 per kilogram atau dikemas dalam paket ekonomis seharga Rp10.000.
“Kemudian untuk gula pasir kita stabilkan di angka Rp15.000, sementara untuk minyak goreng kita jual dengan harga Rp15.700,” tambahnya.
Pihak DPKP juga meyakinkan masyarakat bahwa stok minyak goreng dipastikan aman hingga Hari Raya mendatang. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus memastikan stabilitas harga pangan tidak melonjak tajam selama Ramadan.






