Peringatan Isra Mi’raj, Bupati Tangerang Tekankan Solidaritas Sosial dan Kepedulian Lingkungan

Banten74 Dilihat

TANGERANG (JD) – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengajak masyarakat menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial sekaligus memperbaiki hubungan dengan lingkungan. Menurutnya, pesan keagamaan peristiwa Isra Mi’raj relevan dengan situasi kebencanaan yang tengah melanda sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Tangerang.

“Dalam Isra Mi’raj, Rasulullah menerima perintah shalat lima waktu, Surah Al-Fatihah, dan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah. Ayat 286 sangat relevan dengan kondisi kita sekarang,” kata Bupati Maesyal saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Raudhatul Jannah, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, pada Sabtu malam, 31 Januari 2026.

Bupati Maesyal merujuk pada bunyi ayat yang menegaskan bahwa Allah tidak membebani manusia di luar batas kemampuannya. Menurutnya, pesan itu menjadi pengingat ketika berbagai bencana terjadi di banyak wilayah.

“Saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat sedang dilanda bencana. Di Kabupaten Tangerang, saya juga meninjau langsung banjir di 27 kecamatan. Kita semua sedang diuji,” ujarnya.

Bupati Maesyal menilai, dalam situasi tersebut, solidaritas menjadi kebutuhan mendesak. Bentuk paling sederhana, kata Bupati Maesyal adalah mendoakan para korban agar diberi kekuatan dan kesehatan dalam proses pemulihan.

“Kita perlu saling menguatkan, tidak hanya dengan bantuan material, tetapi juga dengan doa dan kepedulian,” katanya.

Namun, Bupati Maesyal juga menyinggung dimensi lain dari bencana yang kerap diabaikan: hubungan manusia dengan alam. Menurutnya, sebagian bencana tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia yang kurang bijak terhadap lingkungan.

“Bencana-bencana ini juga harus menjadi cermin atas cara kita memperlakukan alam,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat Kabupaten Tangerang menjadikan peringatan keagamaan bukan sekadar ritual, melainkan titik tolak perubahan sikap. “Mari kita berkomitmen memperbaiki hubungan kita dengan lingkungan dan sesama. Solidaritas dan gotong royong adalah kunci menghadapi bencana,” katanya.

Bupati Maesyal menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. “Melestarikan lingkungan adalah kewajiban kita, agar kita tidak terus-menerus berhadapan dengan bencana,” ujarnya.