Polda Metro Jaya Ungkap Titik Terang Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Empat Pelaku Diamankan

Nasional31 Dilihat

JAKARTA, (JD) – Komitmen Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam mengungkap kasus penyiraman cairan berbahaya terhadap aktivis KontraS mulai menunjukkan hasil signifikan. Melalui pendekatan scientific crime investigation, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) berhasil mengidentifikasi pelaku utama di balik aksi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bertumpu pada analisis mendalam terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian serta jalur pelarian pelaku. Dari hasil penelusuran digital, penyidik memperoleh bukti penting berupa rekaman wajah salah satu pelaku yang terlihat jelas sebelum mengenakan helm.

“Analisa dilakukan secara komprehensif dan ilmiah. Kami menemukan kecocokan identitas yang kuat, mulai dari wajah hingga pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian. Berdasarkan keterangan 15 saksi serta sinkronisasi dengan database Polri, dua pelaku utama telah teridentifikasi dengan inisial BHWC dan MAK,” ungkapnya di Gedung Promoter, Rabu (18/3/2026).

Penyidikan selanjutnya mengarah pada indikasi keterlibatan pihak lain. Berdasarkan pendalaman jalur pergerakan pelaku dan fakta di lapangan, aparat menduga jumlah pelaku lebih dari dua orang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan terdapat lebih dari empat pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

Seiring berkembangnya penyidikan yang mengarah pada dugaan keterlibatan oknum anggota, penanganan kasus ini secara profesional diserahkan kepada Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum lintas institusi.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, dalam keterangannya menyebutkan bahwa empat orang pelaku telah diamankan. Tiga di antaranya merupakan perwira TNI dengan pangkat kapten dan letnan satu. “Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, serta Serda ES telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Polda Metro Jaya menegaskan akan terus berkoordinasi intensif dengan jajaran Polisi Militer TNI guna memastikan seluruh rangkaian fakta hukum terungkap secara utuh. Sinergi antarlembaga ini diharapkan mampu menghadirkan proses penegakan hukum yang transparan, profesional, dan berkeadilan.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, sejalan dengan atensi Kapolri yang menempatkannya sebagai prioritas utama, demi menjamin rasa keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *