Tangerang,(JD) – Polemik banjir kerap terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang karena curah hujan dengan intensitas tinggi melanda setiap hari. Salah satunya SDN Patrasana 1 Kresek yang menjadi akses lokasi rawan banjir akibat luapan sungai Cidurian yang sering menjadi ancaman banjir di sekolah tersebut.
Senada dengan peristiwa banjir terjadi, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah melayangkan surat himbauan nomor B400.3.5.5/035/I/Disdik/2026 pada 12 Januari 2026. Akan tetapi persoalan mengatasi banjir tidak hanya sebatas wacana ataupun instruksi melainkan harus ada aksi nyata terhadap kepedulian sosial akan keselamatan siswa dan seluruh aset sekolah.
“Karena gedung sekolah dan lapangan lebih rendah dari jalan raya, jadi hujan sedikit saja sering terjadi banjir. Apalagi kalau intensitas sungai Cidurian meluap,” tutur Kepala Sekolah Patrasana 1 Kresek, Siti Halimah, S.pd. Kamis, 22/1/26.
Siti Halimah berharap, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang memperbaiki dan memperhatikan untuk membangun pondasi lebih tinggi agar tidak selalu kebanjiran.
“Banjir di sekolah SDN Patrasana 1 Kresek selain akibat curah hujan dan luapan sungai Cidurian, saya meminta halaman sekolah dibangun lebih tinggi,” tegasnya.
Ironisnya, Kabid SD Kabupaten Tangerang, Dilly Windu hanya memberikan surat himbauan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kepada kegiatan belajar mengajar di sekolah bukan aksi nyata perbaikan ketinggian bangunan sekolah.
“Kami utamakan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan,” tukasnya.
Senada disampaikan Alif, aktivis relawan PMI Kecamatan Kresek menyampaikan hal yang sama apabila keseriusan Dinas pendidikan Kabupaten Tangerang dalam mengatasi persoalan banjir kedepan nya tidak akan terulang peristiwa banjir ini.
“Harus segera diatasi, dan action cepat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk memperbaiki permasalahan karena lokasi sekolah SDN Patrasana 1 lebih rendah dari ruas jalan raya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, jangan hanya ada surat himbauan tapi hal krusial kalau sering terjadi banjir akan mengakibatkan kualitas dan minat sekolah SDN Patrasana 1 Kresek bisa berkurang.
“Bisa saja efeknya akan mengurangi niat siswa yang tidak mau sekolah di SDN Patrasana 1 Kresek karena sering terjadi banjir akibatnya kegiatan belajar sudah tidak nyaman dan aman,” pungkasnya.






