Reno K9, Sang Pahlawan Kemanusiaan: Anjing Pelacak Pertama Terima Penghargaan Resmi Kapolri

Daerah37 Dilihat

RIAU, (JD) — Sejarah baru terukir di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Seekor anjing pelacak bernama Reno K9 resmi menerima penghargaan dan Medali Vira Satya Manava Raksaka Pasu dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Rabu (4/2/2026). Reno menjadi satwa pertama di Indonesia yang dianugerahi penghargaan resmi dari Kapolri atas jasa kemanusiaannya.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan mewakili Kapolri dalam seremoni yang berlangsung khidmat di Lantai 5 Mapolda Riau. Acara ini dihadiri jajaran kepolisian, aktivis lingkungan, serta para pencinta satwa, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian luar biasa Reno.

Reno K9 dinobatkan sebagai Pahlawan Kemanusiaan atas dedikasinya dalam berbagai misi pencarian dan penyelamatan korban bencana alam. Penghargaan ini sekaligus menjadi simbol pengakuan negara atas peran satwa dalam misi kemanusiaan.

Aktivis lingkungan dan pemerhati kesejahteraan hewan, Melanie Subono, menyambut positif langkah progresif Polda Riau tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi tonggak penting dalam memanusiakan nilai pengabdian hewan.

“Belum pernah ada instansi di Indonesia yang memberikan penghargaan kepada hewan. Baru di Riau. Saya sangat setuju dan mendukung. Reno adalah pahlawan. Semoga tidak berhenti di sini,” ujar Melanie.

Asisten SDM Polri Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto menjelaskan bahwa penghargaan ini lahir dari keteladanan Reno sendiri. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya belum ada regulasi khusus mengenai pemberian penghargaan kepada satwa.

“Karena Reno, kami tergugah. Aturannya dikonsep dan dibuat. Ini berangkat dari nilai kemanusiaan yang ditunjukkan Reno,” kata Brigjen Budhi. Ia menambahkan, Reno dikenal sebagai sosok yang berani, setia, dan berdedikasi tinggi dalam setiap misi kemanusiaan. “Karena itu kami menganugerahkan gelar Vira Satya Manava Raksaka Pasu, yang berarti hewan pemberani penjaga kemanusiaan,” jelasnya.

Ke depan, penghargaan serupa tidak hanya diperuntukkan bagi satwa Polri, tetapi juga bagi hewan non-Polri yang berjasa dalam misi kemanusiaan.

Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan yang pertama kali diberikan di Indonesia dan menjadi bentuk penghormatan tertinggi atas pengabdian Reno.

“Reno bukan sekadar anjing pelacak. Ia adalah bagian dari keluarga besar Polda Riau. Dari Reno kita belajar arti loyalitas, pengabdian, dan kesetiaan tanpa pamrih,” ungkap Irjen Hery.

Reno diketahui telah dilatih sejak usia satu tahun oleh Brigadir Fernando Hosea Sinaga dan mengabdi sebagai anjing pelacak selama tujuh tahun. Ia gugur saat menjalankan misi kemanusiaan pencarian korban bencana alam di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 30 November 2025.

Sebelumnya, Reno juga telah menerima penghargaan dari Kapolda Riau dalam acara bertajuk “Reno K9 Sang Pahlawan Kemanusiaan” yang digelar di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Minggu (1/2/2026). Anjing herder berusia 8 tahun 4 bulan itu menghembuskan napas terakhirnya setelah menuntaskan tugas pelacakan korban bencana.

“Reno bekerja dalam hening, tanpa pamrih, tanpa menuntut imbalan. Nilai loyalitas dan kesetiaan inilah yang harus kita kenang dan teladani,” tutup Irjen Hery.