Rumah Aspirasi di Lebak Disegel, Ketua Saung Peradaban Sebut Bukan Karena Dugaan Jual Beli Jabatan

Banten76 Dilihat

Lebak, JD – Penyegelan Rumah Aspirasi yang sempat viral di media sosial dan media massa menarik perhatian publik di Kabupaten Lebak. Bangunan yang selama ini dikenal sebagai tempat menampung aspirasi masyarakat tersebut mendapat sorotan setelah muncul isu dugaan praktik jual beli jabatan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Saung Peradaban King Cobra menyatakan bahwa persoalan yang berkembang saat ini lebih bersifat internal keluarga. Ia juga menegaskan bahwa isu dugaan praktik jual beli jabatan yang beredar belum terbukti kebenarannya.

Menurut King Cobra, Rumah Aspirasi selama ini berfungsi sebagai tempat untuk menjaring berbagai aspirasi masyarakat yang nantinya disampaikan kepada Bupati Lebak.

“Rumah Aspirasi sejauh yang saya ketahui sering didatangi oleh tamu dari berbagai kalangan, termasuk pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak,” kata King Cobra kepada awak media, Selasa (10/03/2026).

Ia menjelaskan, tamu yang datang ke Rumah Aspirasi tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga politisi, pengusaha, aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, hingga berbagai pihak lainnya.

King Cobra menilai kehadiran pejabat daerah di Rumah Aspirasi merupakan hal yang wajar dan justru dapat memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Sebagian pejabat yang datang ke Rumah Aspirasi sah-sah saja. Justru kondisi tersebut sangat positif agar kolaborasi dan sinergi kebijakan bisa dilaksanakan dengan baik di 32 perangkat daerah dan 28 kecamatan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa keterbatasan waktu kepala daerah dalam menerima aspirasi masyarakat menjadi salah satu alasan hadirnya Rumah Aspirasi sebagai ruang komunikasi alternatif.

“Waktu Bupati untuk bertemu dan menjaring aspirasi sangat terbatas, oleh karena itu Rumah Aspirasi menjadi solusi yang tepat,” tambahnya.

Lebih lanjut, King Cobra mengajak seluruh pihak agar tidak memperkeruh situasi dengan memperbesar isu yang belum memiliki kepastian fakta.

“Jangan memperkeruh suasana. Tuduhan adanya indikasi jual beli jabatan di Rumah Aspirasi belum terbukti kebenarannya. Siapa pelakunya dan berapa tarifnya juga belum jelas,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, penutupan Rumah Aspirasi disebut bukan karena adanya dugaan tindak pidana sebagaimana yang berkembang di sebagian kalangan.

King Cobra menyebutkan bahwa bangunan tersebut rencananya akan dialihfungsikan untuk kegiatan lain.

“Betul Rumah Aspirasi ditutup, namun bukan karena ada indikasi tindak pidana. Penutupan itu lebih kepada rencana alih fungsi bangunan,” katanya. (Ajat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *