Walikota Serang Instruksikan Seluruh OPD Gunakan Digitalisasi Untuk Mengelola PAD

Banten31 Dilihat

KOTA SERANG, JD – Walikota Serang, Budi Rustandi mengintruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Serang untuk menggunakan digitalisasi untuk mengelola pendapatan asli daerah (PAD).

Hal tersebut diungkapkan dia pada saat membuka acara high level meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) semester I tahun 2026 Kota Serang dengan tema ‘Transaksi Digital Menuju Ekosistem Keuangan Daerah Mandiri’, Selasa 10 Maret 2026.

Caption foto: Walikota Serang Budi Rustandi pada saat membuka acara high level meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) semester I tahun 2026 Kota Serang dengan tema ‘Transaksi Digital Menuju Ekosistem Keuangan Daerah Mandiri’, Selasa 10 Maret 2026.

Budi Rustandi juga mengatakan, digitalisasi ini bagian dari pada meningkatkan pendapatan dan kemajuan di Kota Serang dalam rangka untuk mewujudkan dan menjadikan ibu kota yang sesungguhnya.

“Target digitalisasi diwajibkan oleh saya, OPD harus sudah mengikuti dan tahun ini harus diselesaikan secara berproses dan bertahap,” katanya kepada awak media.

Menurut dia, digitalisasi ini selain meningkatkan PAD juga bisa mengantisipasi kebocoran.

“Ini keinginan kita semua untuk menghindari kebocoran dan sudah tidak ada lagi ego sektoral,” jelasnya.

Dengan demikian, Budi Rustandi mengingingkan pendapatan yang masuk harus langsung ke kas negara dan untuk pemanfaatan pembangunan yang ada di Kota Serang.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Serang, Hari W Pamungkas mengatakan bahwa, pihaknya siap menjalankan secara bertahap amanat dari Walikota Serang karena harus menghilangkan ego sektoral karena memang melibatkan OPD penghasil, perbankan dan Bank Indonesia agar ekosistemnya bisa terbangun semua.

Dikatakan dia, pada tahun 2025 lalu, Kota Serang masuk peringkat ke-20 untuk elektronifikasi se-Indonesia dengan nilai 73,8.

“Mudah-mudahan ditahun ini bisa masuk sepuluh besar nasional, dengan menjalankan program-program,” jelasnya.

Adapun upaya agar masuk sepuluh besar, pihaknya mencoba intervensi kelemahan-kelemahan pada tahun sebelumnya. Seperti, lemahnya diaspek prospek yang artinya dari sisi regulasi, sosialisasi edukasi kepada kemasyarakat literasi digitalnya masih kurang.

“Tapi secara data dari tahun ke tahun selalu meningkat, dari peringkat ke-60, 30 dan sudah naik ke-20. Sempat di 17 besar di tahun 2024, tapi tahun 2025 turun ke-20 peringkat nasional,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *