50 Pengurus Koperasi se Kabupaten Tangerang Dibekali Teknis Pengawasan Kesehatan Koperasi

Banten, Tangerang53 Dilihat

TANGERANG, (JD) – Sebanyak 50 orang dari 25 koperasi se Kabupaten Tangerang, diberikan pembekalan tentang pengawasan kesehatan koperasi, Selasa (26/3/2024). Pembekalan yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) Kabupaten Tangerang, berlangsung satu hari di hotel Lemo, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang.

Kabid Koperasi pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tangerang Yeni Yuliawati menyampaikan, sosialisasi Program Pengawsaan Kesehatan Koperasi ini segaja digelar, agar para pengurus koperasi dapat melakukan pemeriksaan kesehatan koperasinya masing-masing. Tujuannya adalah agar para pengelola bisa memahami tentang pemeriksaan, terutama kesehatan koperasi.

“Agar kehehatan koperasi tetap terjaga, tentu para pengurus atau pengawasnya harus dibekali materi tentang pemerisksaan dan keshatan koperasi,” ujar Yeni kepada wartawan.

Setelah sosialisais ini menurut Yeni, para pengurus koperasi bisa melakukannya langsung, terhadap koperasinya masing-masing. Selain sosialisasi ini, juga akan digelar bimbingan teknis (Bimtek) terkait pemeriksaan pengawsaan kesehatan koperasi.

“Dari kegiatan sebelum-sebelumnya sudah kita lakukan pendampingan, saat ini kita lakukan sosialisais untuk meningkatkan penajaman kembali, bagaimana memeriksa kesehatan koperasi secara mandiri mandiri,” tuturnya.

Dari pemeriksaan kesehatan koperasi ini, tentu hasilnya harus disampaikan ke Dinas Koperasi dan UKM. Setelah itu, koperasi-koperasi yang berpretasi akan diberikan penghargaan oleh Dinas Koperasi dan UKM.

Yeni menambahkan, dalam sosialisai program pemeriksa koperasi ini, Dinas Koperasi dan UKM mendatangkan para ahli dari lembaga pendidikan koperasi PT Nai Nau. “Saya berharap setelah sosialisasi ini, koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Tangerang ini menjadi koperasi yang berkualitas dan cukup sehat,” tandasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tangerang Anna Ratna berharap, para peserta sosialisasi program Pengawsaan pemeriksaan kesehatan ini, dapat mengikuti materi yang disampaikan hingga tuntas. Setelah itu, para pengelola koperasi dapat menjalankan pemeriksaan sesuai juknis yang ada.

“Mudah-mudahan program Pemeriksaan Kesehatan Koprasi ini berjalan dengan lancar sampai akhir acara. Sehingga hasilnya, para pengurus dan pengelola koperasi dapat menjadikan koperasi yang berkualitas,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *