Panen Melon Hidroponik, Bupati Tangerang Tekankan Pentingnya Pemetaan Pasar

Banten46 Dilihat

TANGERANG (JD) – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menekankan pentingnya kemampuan membaca peluang bisnis bagi petani agar usaha pertanian dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan jangka panjang.

Hal itu disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri Panen Raya Sentra Melon Hidroponik Terpadu di Melenial Hydrofarm, Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, pada Kamis, 29 Januari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tangerang meminta pengelolaan greenhouse dilakukan secara profesional dengan perhitungan bisnis yang matang. Ia mencontohkan perlunya evaluasi terhadap ketahanan bangunan, pergantian bibit setiap musim tanam, serta kebutuhan obat-obatan.

“Greenhouse ini tidak boleh dikelola asal-asalan. Harus business to business dengan manajemen yang baik dan mampu membaca peluang,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya pemetaan pasar sebelum masa panen. Menurutnya, jejaring pemasaran harus dipersiapkan sejak awal, termasuk bekerja sama dengan supermarket atau sektor ritel lainnya.

“Ketika mau panen, pangsa pasar harus sudah siap. Yang penting marketingnya berjalan,” katanya.

Bupati mendorong Pemerintah Desa Curug Wetan dan Melenial Hydrofarm untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha hortikultura secara berkelanjutan. Bupati menyebut keberadaan greenhouse melon hidroponik sebagai langkah kreatif yang diharapkan mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Semoga kebun melon Melenial Hydrofarm bisa terus berjalan dan semakin berkembang,” ucapnya.

Panen perdana ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK, Camat Curug dan Kepala Desa Curug Wetan. Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid turut memanen sejumlah varietas melon seperti Auorora, The Blues, Sweet Lavender, Honey Globe, dan Sweet Net 9.

Pantauan di lapangan menunjukkan tingginya antusiasme warga yang turut memetik langsung melon dari greenhouse dan membeli hasil panen sebagai oleh-oleh.

Sementara itu, Pengelola Melenial Hydrofarm, Ade Putra menyampaikan rasa syukur atas hasil panen perdana melon premium tersebut. Dengan harga jual Rp 40.000 hingga 50.000 per kilogram, melon berbagai varietas banyak diminati warga.

“Greenhouse seluas 400 meter persegi ini berkapasitas 1.100 tanaman. Panen perdana diperkirakan 1,5 ton dan hari ini sudah terjual 50 persen,” jelasnya.

Ade Putra menambahkan, pihaknya telah menjalin kerja sama pemasaran dengan supermarket dan toko buah di kota-kota besar. Ia optimistis produktivitas tanaman melon yang dapat panen 3–4 kali setahun mampu memenuhi kebutuhan pasar. Ia juga berharap keberhasilan ini dapat mendorong pemberdayaan pemuda desa di sektor pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *