Kembali ke Akar, Karina Moudy Mohon Restu Apkasi Jelang Putri Indonesia 2026

Gaya Hidup35 Dilihat

JAKARTA, (JD) — Nuansa haru dan nostalgia menyelimuti Kantor Sekretariat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Jakarta, Selasa (31/3/2026). Karina Maudi Widodo atau yang dikenal sebagai Karina Moudy, kembali menginjakkan kaki di tempat yang ia sebut sebagai “akar” perjalanan kariernya, untuk memohon restu sebelum berlaga di ajang nasional Putri Indonesia 2026.

Didampingi sang ibu, Karina yang kini menyandang gelar Putri Indonesia DKI Jakarta 3 Tahun 2026, diterima langsung oleh Sarman Simanjorang bersama jajaran serta perwakilan Yayasan Putri Otonomi Indonesia (POI). Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan terhadap institusi yang pernah mengantarkannya menjadi RunnerUp Putri Otonomi Indonesia 2023 saat mewakili Kabupaten Pati.

“Maksud kedatangan saya adalah kembali ke akar, ke tempat di mana semuanya bermula. Meskipun kini mewakili Jakarta, saya tidak pernah melupakan bahwa semangat dan ilmu saya berangkat dari desa, dari keluarga besar Apkasi dan Yayasan POI,” ujar Karina dengan penuh haru.

Ia menegaskan, pengalaman berproses di daerah menjadi fondasi kuat yang membentuk kepercayaan dirinya untuk bersaing di panggung nasional. Perjalanannya dari representasi daerah hingga kini berada di level ibu kota, menurutnya, menjadi bukti bahwa talenta daerah memiliki daya saing yang signifikan.

Menanggapi hal tersebut, Sarman Simanjorang mengapresiasi sikap Karina yang dinilai tetap membumi di tengah capaian prestasi. Ia mengingatkan pesan Soekarno tentang “Jas Merah” Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah—sebagai prinsip penting dalam perjalanan karier.

“Keberhasilan Karina adalah manifestasi dari tujuan kami menggelar ajang Putri Otonomi Indonesia, yakni mengangkat talenta-talenta dari kabupaten yang selama ini terpendam agar bisa mencapai level maksimal,” tegas Sarman.

Ia juga menyoroti rekam jejak gemilang alumni POI di kancah nasional, di antaranya Jelita Gabriela yang berhasil menembus Top 16 Putri Indonesia, serta Firsta Yufi Amarta yang sukses meraih mahkota Putri Indonesia 2025. Kini, estafet prestasi tersebut diharapkan dapat dilanjutkan oleh Karina.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Ajang Putri Otonomi Indonesia terbukti sebagai titik pendakian strategis bagi putri-putri daerah untuk meraih karier yang lebih tinggi,” tambahnya.

Lebih dari sekadar ajang kecantikan, POI juga membuka akses pengalaman strategis bagi para pemenangnya, termasuk kesempatan simbolis menjabat posisi di kementerian seperti Wakil Menteri Dalam Negeri hingga Menteri Investasi dalam sehari.

Menutup pertemuan, Apkasi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Karina di Putri Indonesia 2026. Kehadirannya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah bahwa jalan menuju prestasi nasional terbuka luas bagi mereka yang berkomitmen, bekerja keras, dan tetap menjunjung tinggi jati diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *