Kemenhaj Kabupaten Tangerang Gelar Bimbingan Manasik Haji, Diikuti 2.228 Calon Jamaah Haji

Banten50 Dilihat

TANGERANG (JD) – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tangerang menggelar Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kabupaten Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan mengusung tema ‘Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan’.

Kegiatan manasik haji ini menjadi yang pertama kali digelar setelah Kementerian Haji dan Umrah resmi berdiri sebagai kementerian independen, terpisah dari Kementerian Agama.

Pembentukan Kemenhaj disahkan melalui RUU Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 pada 26 Agustus 2025.

Transformasi dari Badan Penyelenggara Haji (BPH) menjadi kementerian bertujuan meningkatkan fokus, profesionalisme, serta efisiensi pelayanan jamaah haji dan umrah di seluruh Indonesia.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim mengatakan, jumlah Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten tahun 2026 yang telah melakukan pelunasan mencapai 2.228 orang.

Dari jumlah tersebut, 2.228 CJH dipastikan berangkat ke Tanah Suci. Dengan rincian, 1.205 jamaah perempuan dan 1.023 jamaah laki-laki, dengan usia termuda 17 tahun dan usia tertua 88 tahun.

“Sehingga, pelaksanaan manasik haji tahun 2026 di Kabupaten Tangerang diikuti oleh 2.228 peserta yang terbagi dalam tujuh kloter (kelompok terbang),” ujar Hasyim, Sabtu (14/2/2026)

Ia menegaskan, manasik haji merupakan fondasi penting agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan aman, tertib, dan khusyuk.

Selain itu, keberangkatan haji tahun ini menjadi agenda perdana Kemenhaj, khususnya di Kabupaten Tangerang.

Menurut Hasyim, pelaksanaan manasik haji 2026 dilakukan secara terintegrasi sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola penyelenggaraan haji.

Pendekatan tersebut tidak hanya menekankan aspek ritual ibadah, tetapi juga kesiapan teknis, kesehatan, serta kemandirian jamaah.

“Para CJH diharapkan mampu bersikap mandiri selama pelaksanaan ibadah haji, namun tetap berada dalam sistem pendampingan, khususnya bagi jamaah berisiko tinggi yang memerlukan perhatian medis,” jelasnya.

Selain pembekalan materi ibadah, pihak Kemenhaj juga mengingatkan para calon jamaah agar menjaga kesehatan, mengatur stamina, serta memperhatikan barang bawaan agar tidak menghambat perjalanan ibadah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Banten, Samsudin mengatakan, saat ini Kemenhaj tengah melaksanakan bimbingan manasik haji secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Banten.

Ia menyampaikan, progres pelaksanaan bimbingan manasik haji di Provinsi Banten telah mencapai sekitar 50 persen, mencakup bimbingan manasik haji tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan.

Samsudin menilai, dengan metode bimbingan yang tepat dan terarah, para jemaah akan lebih siap secara mental dan spiritual dalam menunaikan ibadah haji dengan penuh kesungguhan.

Ia juga menekankan pentingnya kepedulian sosial dan kebersamaan antarsesama jamaah, terutama dalam membantu lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

“Kepedulian sosial dan kebersamaan harus menjadi bagian dari ibadah haji. Dengan saling membantu, ibadah akan terasa lebih ringan dan bermakna,” ujarnya.

Samsudin mengakui, penyelenggaraan haji tahun ini masih berada dalam masa transisi kelembagaan. Namun demikian, pihaknya optimistis pelayanan haji melalui Kemenhaj ke depan akan semakin baik.

“Meski masih ada keterbatasan dan proses penyempurnaan, kami berharap penyelenggaraan haji di Provinsi Banten melalui Kemenhaj akan lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *