Kendalikan Inflasi, BI Gandeng Pemerintah Daerah jadikan Pandeglang Sentra Bawang Merah dan Cabai

Banten, Pandeglang77 Dilihat

PANDEGLANG, (JD) – Komoditi yang kerap menyumbang inflasi yakni bahan pokok diantaranya bawang dan cabai. Mencegah terjadinya inflasi yang tinggi, Kabupaten Pandeglang akan dijadikan sentra bawang merah dan cabai.

Alasan pandeglang yang menjadi lokus, disebutkan Kepala Bank Indonesia Imaduddin Sahabat Pandeglang memiliki lahan yang luas dan berkontribusi terbesar penyuplai pangan di Provinsi Banten.

Hal demikian dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten pada kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan dengan tanam bawang dan cabai, serta menunjuk pandeglang jadi sentra bawang dan cabai di Desa Dalembalar, Kecamatan Cimanuk, Kamis (2/11/2023).

Menurut Imanuddin, gerakan nasional ini merupakan arahan dari pemerintan pusat agar menjaga ketersediaan bahan pokok yang rentan menyumbang inflasi seperti bawang dan cabai.

“Dari pandeglang bisa lahir champion cabai dan bawang, terbukti dua tahun lalu banten tetap aman dari inflasi tak lepas dari peran Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita sangat bersyukur pada gerakan nasional pengendalian inflasi, Kabupaten Pandeglang ditunjuk sebagai sentra bawang dan cabai.

“Ini bukan kali pertama kami mendapat sebuah tantangan besar, sebelumnya juga kami mendapat tantangan untuk menanam kedelai alhamdulillah berhasil semoga ini jiga berhasil dan petani kami sejahtera,” kata Bupati Irna.

Menurut Irna, dalam menangani inflasi memang harus cross cutting program, kata Irna seperti halnya yang dilakukan pada kegiatan gerakan nasional pengendalian inflasi saat ini di Desa Dalem Balar Kecamatan Cimanuk.

“Semua hadir disini dari Kementerian, BI, Bulog Provinsi dan kabupaten untuk membina para petani kami menjadi handal, sehingga produk pertanian yang dihasilkan jadi pundi uang dan masuk ke pasar strategis,” terangnya.

“Isya Allah petani kami mampu karena sudah banyak mendapatkan pembinaan sehingga bisa lebih handal dan mampu mengendalikan inflasi dari komoditi bawang dan cabai,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten M Agus Tauchid mengatakan, agar hasil maksimal dalam menekan inflasi para petani tidak akan dibiarkan sendiri.

“Sekarang kita dorong dua komoditi, kita akan gerakan juga BUMD sehingga disaat terjadi kenaikan harga terkendali, itu sudah kami lakukan di Banten,” ungkapnya.

Untuk bantuan demplot cabai diberikan kepada Poktan Mukti Tani Kampung Girimerta Desa Dalembalar Kecamatan Cimanuk, sedangkan bantuan demplot bawang merah diberikan kepada Poktan Sumur Makmur 2 Desa Curugbarang Kecamatan Cipeucang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *