STISNU Nusantara Tangerang Wisuda 113 Lulusan, Tekankan Karakter Humanis dan Wawasan Ekologis

Kota Tangerang,JD) – Suasana khidmat dan penuh harapan menyelimuti Grand El Hajj Hotel (Asrama Haji Banten) saat Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggelar Wisuda IV, Kamis (22/1/2026). Momentum sakral ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda awal perjalanan baru para lulusan memasuki realitas kehidupan yang sesungguhnya.

Mengusung tema “Peneguhan Lulusan Visioner Berkarakter Humanis dan Berwawasan Ekologis”, wisuda ini menjadi refleksi mendalam atas tantangan zaman: apakah gelar dan ijazah cukup untuk bertahan dan bersaing di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan krisis lingkungan global.

Sebanyak 113 mahasiswa dari berbagai program studi resmi dikukuhkan sebagai lulusan. Mereka tidak hanya membawa titel akademik, tetapi juga tanggung jawab moral untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, serta kepedulian sosial dan lingkungan dalam kehidupan nyata.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, AP., M.Si, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas peran STISNU Nusantara Tangerang dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara intelektual sekaligus berkarakter.

“Selamat kepada para wisudawan STISNU Nusantara Tangerang. Semoga menjadi pribadi mandiri, mudah beradaptasi, tangguh, dan berdaya saing, serta tetap berakhlak karimah dan berbudaya, sebagaimana motto yang diwariskan para pendiri STISNU,” ujarnya.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi hari ini dituntut tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional dengan menjunjung nilai kemanusiaan serta keberlanjutan lingkungan.
Senada dengan itu, Rektor STISNU Nusantara Tangerang, Dr. KH. Muhammad Qustulani, MA.Hum, menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir pendidikan, melainkan gerbang awal pengabdian.

“Wisuda bukan akhir dari proses belajar, tetapi awal pengabdian di tengah masyarakat. Lulusan STISNU Nusantara harus mampu membawa nilai ke-NU-an, keislaman, kemanusiaan, dan kepedulian lingkungan dalam setiap peran yang dijalani,” tegasnya.

Ia menambahkan, di tengah krisis kemanusiaan dan kerusakan lingkungan yang kian nyata, lulusan STISNU dituntut hadir sebagai problem solver, mampu memadukan ilmu pengetahuan, nilai spiritual, dan kesadaran ekologis dalam setiap langkah kehidupan.

Dari sudut pandang wisudawan, Kang Tisna menyampaikan pesan reflektif yang menggugah. Baginya, wisuda adalah titik nol kehidupan baru.

“Wisuda ini adalah tonggak awal untuk memasuki kehidupan nyata. Saatnya mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah, menyalurkan bakat sesuai kemampuan, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Prosesi wisuda berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, ditandai dengan pengukuhan lulusan, penyampaian pesan akademik, serta doa bersama. Hadir pula sejumlah tokoh penting, di antaranya KH. Hapis Gunawan (PWNU Banten), Prof. Dr. Suririn, M.Ag (Kopertais Wilayah I Jakarta–Banten), Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A (Diktis Kementerian Agama RI).

Melalui Wisuda IV ini, STISNU Nusantara Tangerang menegaskan konsistensinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan berijazah, tetapi juga berkarakter, berdaya saing, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan serta keberlanjutan lingkungan.

Wisuda ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik sejati bukan berhenti pada gelar, melainkan teruji dalam kehidupan nyata saat ilmu, etika, dan kepedulian sosial benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *