UPTD Puskeswan Gelar Forum Komunikasi Publik Melalui Pelayanan yang Integratif 

Banten128 Dilihat

Tangerang,(JD) – UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang menggelar acara forum komunikasi publik tentang dialog antara penyelenggara layanan kesehatan hewan dan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula UPTD Puskeswan, Sukamulya, Kabupaten Tangerang. Rabu, 24/6/26.

Tujuannya adalah untuk mengevaluasi, membahas rancangan standar pelayanan, dan menampung aspirasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kegiatan forum tersebut mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Hewan dan Manusia Melalui Pelayanan Puskeswan yang Integratif”.

Foto: sesi kegiatan forum komunikasi publik bersama pemateri dan narasumber

DRH. Asmiaty Praktisi Kesehatan Hewan,.saat di forum juga sebagai narasumber mengatakan, bahwa membuka praktek bukan untuk menjadi saingan dengan Puskeswan tetapi menjadi mitra strategis yang sejajar untuk saling melengkapi.

“Tips nya, bagaimana kalau kita punya hewan kesayangan atau mau adopsi, sebaiknya kita isolasi atau di karantina minimal 2 Minggu. Tujuannya untuk kalau ada penyakitnya sebelum kita adopsi dan terbukti sakit harus segera dibawa ke pelayanan kesehatan hewan, entah di dokter hewan praktek, atau bisa langsung ke klinik hewan milik Pemda yang ada di wilayah Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang,” tutur DRH. Asmiaty, saat ini juga dikenal sebagai Owner dan Praktisi di Ummi Pet Care di Desa Parahu Kabupaten Tangerang.

Wanita yang akrab di sapa Umi juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Kesehatan Hewan Kabupaten Tangerang 2016-2022 juga menambahkan, untuk hewan yang sakit boleh di vaksinasi untuk mencegah hewan menular.

“Hewan tersebut (kucing) ada beberapa vaksinasi yang harus kita kerjakan, seperti kriket, dan F3 disana bisa mencegah adanya Rabies, Panleukopenia, Rhinotracheitis, dan Calicivirus,” terangnya.

Ia menegaskan, yang paling penting adalah hewan kita di vaksin Rabies dikala hewan kita umurnya 4-5 bulan.

“Karena penyakit inilah yang bisa menular dari hewan yang bisa menggigit, baik kucing maupun anjing, kera itu yang bisa menularkan ke manusia dengan cakar ataupun gigitan dan mungkin ini sangat berbahaya,” pesannya.

Ditempat yang sama, Plt UPT Puskeswan, Ridwan Muklis mengatakan, bahwa Puskeswan bukan hanya pelayanan teknis, tetapi juga sebagai pencegahan dan perawatan hewan yang berdampak pada manusia.

“Kami berfokus untuk pelayanan yang lebih optimal, aman dan persuasif terhadap kebutuhan kepada masyarakat baik pemilk hewan kesayangan maupun hewan ternak,” ucapnya saat sambutan.

Kata Ridwan, dinamis yang ada di lapangan kami terbantu dengan segala pelajaran yang berharga bagi kami.

“Elektabilitas pelayanan kami berikan selama ini semoga bermanfaat dan terverifikasi dengan maksimal kepada masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap, bisa membuka ruang yang seluas-luasnya dan sangat mengharapkan partisipasi aktif kepada semua yang hadir di forum siang hari ini.

“Kami sebagai pelayan UPTD Puskeswan ingin mendengarkan secara langsung baik kritik yang sifatnya membangun gagasan yang inovatif yang bisa mengakses di pelayanan kami,” ujarnya.

Terakhir kata Ridwan, segala masukan dan ide yang sifatnya membangun akan kami pertimbangkan, dan akan menyusun strategi agar terhubung ruang publik masyarakat kedepannya.