Viral Video Pasangan Digerebek Warga di Kawasan Puspemkab Tangerang, Polisi Belum Terima Laporan

Banten, Hukrim84 Dilihat

TANGERANG, (JD) – Viral Sebuah video berdurasi 1 menit 18 detik yang memperlihatkan penggerebekan sepasang pria dan wanita di kawasan hutan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, viral di media sosial. Pasangan tersebut digerebek oleh sejumlah warga lantaran diduga tengah melakukan tindakan asusila.

​Dalam rekaman yang beredar, keduanya tampak panik saat dipergoki oleh warga yang kebetulan sedang memancing di sekitar danau Puspemkab. Sang pria bergegas berdiri, sementara sang wanita terlihat terburu-buru merapikan pakaiannya sebelum mereka berusaha meninggalkan lokasi.

​Warga yang memergoki aksi tersebut tak ayal melontarkan sindiran.

“Enak ya bang ya,” celetuk salah seorang warga dalam video tersebut.

​Sindiran lain dengan menggunakan bahasa Sunda juga terdengar, menyinggung lokasi yang mereka gunakan. “Atuh di dieu mah pan ieu loba aratel, merang-merang (Di sini kan banyak serangga, gatal-gatal),” ujar warga lainnya.

​Mengabaikan teguran tersebut, pasangan itu langsung bergegas pergi setelah merapikan alas yang mereka gunakan. Merasa geram dengan sikap keduanya, warga pun berusaha mengikuti sambil terus menegur. Ironisnya, sang wanita justru berteriak meminta pertolongan kepada orang lain di sekitar lokasi.

​”Pak, tolongin paaak,” teriak wanita tersebut.

​Teriakan itu memicu kekesalan warga yang merasa tindakan pasangan tersebut tidak pantas dilakukan di ruang publik. Salah satu warga merespons dengan teguran keras terkait perbuatan tak senonoh mereka. Mendapat teguran itu, sang wanita sempat membantah.

“Atuh gua gak ngapa-ngapain atuh,” dalihnya, yang kembali disambut sorakan oleh warga.

​Terkait beredarnya video penggerebekan yang kini menjadi perbincangan publik tersebut, pihak Satpol PP Kabupaten Tangerang maupun Polresta Tangerang belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi.

​Sementara itu, Kapolsek Tigaraksa, AKP Iwan Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima aduan terkait peristiwa tersebut. “Belum ada laporan, coba dikoordinasikan ke Polres,” pungkasnya.