JAKARTA, (JD) – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo, mengajak seluruh komunitas otomotif di Indonesia menjaga soliditas dan memperkuat persatuan bangsa melalui semangat brotherhood, sekaligus berperan aktif mendukung kebijakan penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan geopolitik global.
Seruan tersebut disampaikan Bamsoet saat menghadiri perayaan HUT ke-7 Motor Besar Indonesia (MBI) DKI Jakarta, Minggu (12/4/2026). Ia menekankan, situasi global yang memanas akibat konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat telah memicu krisis energi dunia dan berdampak langsung pada perekonomian nasional.
“Komunitas otomotif harus menjadi pelopor dalam menjaga solidaritas dan persatuan bangsa. Semangat brotherhood harus diarahkan untuk kepentingan lebih luas, termasuk membantu pemerintah menghadapi tekanan ekonomi akibat gejolak global,” ujar Bamsoet.
Ia menjelaskan, ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya yang memengaruhi jalur strategis Selat Hormuz, telah mengganggu distribusi energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut, sehingga setiap eskalasi konflik berimbas pada lonjakan harga minyak mentah yang sempat menembus USD 100 per barel.
Sebagai negara importir minyak, Indonesia ikut terdampak melalui meningkatnya beban subsidi energi dan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Data Kementerian ESDM mencatat konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, dengan lebih dari 70 persen digunakan sektor transportasi.
Dalam APBN 2026, pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun. Bamsoet mengingatkan, setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar USD 10 per barel berpotensi menambah beban APBN hingga Rp25–30 triliun.
“Setiap kenaikan harga minyak dunia membawa konsekuensi serius bagi ekonomi nasional, mulai dari meningkatnya subsidi hingga tekanan daya beli masyarakat. Karena itu, efisiensi energi menjadi langkah strategis yang harus didukung semua pihak,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, seperti pengendalian distribusi BBM, penguatan cadangan energi, hingga percepatan pengembangan energi alternatif. Namun, keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada dukungan masyarakat, termasuk komunitas otomotif.
“Komunitas otomotif memiliki peran strategis. Dengan mengedepankan efisiensi penggunaan kendaraan serta kampanye hemat energi, mereka dapat menjadi agen perubahan yang nyata,” pungkas Bamsoet.
