Millenium Akui Uruk Lahan Milik apemkab Tangerang di Margasari

Banten, Tangerang95 Dilihat

TANGERANG, (JD) – Manajemen PT Millenium Industrial Estate mengakui aktivitas pengurukan tanah di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Tangerang di Desa Margasari Tigaraksa adalah kegiatannya.

Hal tersebut disampaikan langsung pihak Pelaksana Bidang Teknik Lapangan PT Millenium Industrial Estate, Suparlan saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (13/11/2023).

“Iyah benar itu tanah punya Pemkab Tangerang yang kita uruk dan kita juga tahu,” kata Suparlan Bidang Tehnik Lapangan PT Millenium Industrial Estate.

Ia pun mengaku bahwa lahan milik Pemkab Tangerang tersebut sebelumnya berbentuk jalan penghubung, namun saat ini sudah rata dengan tanah yang sudah dibebaskan oleh perusahaannya.

“Kita belum bebaskan yang milik Pemda, tapi memang sengaja kita uruk lahannya pakai tanah biar sama rata dan tidak tergenang air,” ujarnya.

Disinggung terkait izin melakukan kegiatan di atas tanah aset milik Pemkab Tangerang tersebut, Suparlan mengaku tidak mengetahui secara persis, namun ia mengaku sudah ada pihak Legal perusahaan yang berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Untuk izin ke Pemda saya tidak tahu percis itu Legal yang ngurus, kalau saya hanya pelaksana tehnis lapangan saja,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Warga Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pertanyakan keseriusan Pemkab Tangerang yang akan membangun jalan penghubung Tigaraksa-Panongan. Aset yang sudah dibeli sejak tahunm 2001 silam, kini diduga diserobot salah satu pengembang kawasan industri.

Pantauan wartawan di lokasi, lahan milik Pemkab Tangerang seluas kurang lebih 14000 meter persegi di RT 001/002 Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kini sudah diuruk dan diratakan oleh pihak swasta. Lahan ini diuruk sebagai pengembangan kawsaan pergudangan yang ada di Jalan Raya Pemda Tigaraksa.

Salah satu warga yang engan disebut identitasnya mengungkapkan, tanah miliknya yang sempat bertahan tidak dijual, pada tahun 2015 silam terpaksa dijual ke Pemkab Tangerang karena untuk kepentingan jalan umum. Namun jalan dan jembatan yang dijanjikan pemerintah, hingga hari ini tak pernah terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *