Perkuat Keamanan Energi Nasional, Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Tekankan Strategi Pengamanan Berbasis Risiko di Lingkungan PGN

Daerah40 Dilihat

BOGOR, (JD) – Dalam upaya memperkuat sistem pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) di sektor energi, Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri Brigjend Pol Suhendri S.I.K. M. P.Sm hadir sebagai narasumber utama dalam acara Konsinyering Security Subholding Gas Tahun 2026. di Wisma PGN, Diklat Megamendung, Bogor ini menjadi ajang strategis untuk menyelaraskan langkah pengamanan antara Polri dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (9/2/26)

Dalam paparannya, Brigjend Suhendri menekankan pentingnya sinergi antara regulasi dan implementasi di lapangan. Pengamanan Obvitnas bukan sekadar penjagaan fisik, melainkan sebuah ekosistem yang melibatkan aspek hukum, sosiologis, dan teknologi.

“Polri melalui jajaran Baharkam memiliki mandat konstitusional untuk memelihara Kamtibmas, termasuk memastikan aset-aset vital negara seperti PGN beroperasi tanpa gangguan. Kita harus bergerak melampaui pengamanan konvensional dengan mengedepankan analisis risiko yang tajam,” ujar Dirpamobvit di hadapan para pimpinan keamanan PGN.

Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan empat strategi utama dalam mengelola keamanan Obvitnas yang berfokus Pengamanan Fisik: Penguatan infrastruktur keamanan di titik-titik kritis. Pendekatan Sosiologis Membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar aset guna menciptakan sistem pengamanan swakarsa. Analisis Risiko (Risk Assessment): Memetakan potensi gangguan dari aspek internal maupun eksternal secara proaktif serta Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP): Menjalankan standar keamanan yang baku sesuai regulasi Kepres No. 63 Tahun 2004 dan Peraturan Kepolisian (Perpol) No.7 Tahun 2019.

Brigjend Suhendri juga memberikan apresiasi tinggi kepada PT PGN atas komitmennya dalam mengimplementasikan SMP. Berdasarkan laporan, saat ini terdapat 9 perusahaan di bawah naungan PGN yang telah meraih Sertifikat Gold dari total 26 perusahaan di bawah holding Pertamina. Capaian ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa PGN serius dalam melindungi aset negara dan menjamin keberlangsungan distribusi energi nasional.

Penerapan SMP yang konsisten diyakini memberikan manfaat multipihak: bagi Polri dalam mempermudah supervisi, bagi negara dalam hal stabilitas ekonomi, serta bagi pengelola Obvitnas dalam bentuk kepastian operasional.

Dihadiri Stakeholder Strategis
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran petinggi keamanan dan operasional Subholding Gas, di antaranya, Bapak Jimmy Permadi (Group Head HSSE PT PGN Tbk), Bapak Santiaji Gunawan (Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia), Bapak M. Khoirul Huda (Sr. Expert I Security and Environment PT PGN Tbk), Para Manager HSSE, Komandan Regional, serta Komandan Area Subholding Gas dari seluruh wilayah Indonesia.

Melalui konsinyering ini, diharapkan seluruh jajaran keamanan di lingkungan Subholding Gas memiliki kesamaan visi dalam menghadapi dinamika ancaman kamtibmas di masa depan, demi menjaga kedaulatan energi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *