Resmi Tutup MTQ ke-56, Maesyal Rasyid: MTQ Ajang Silaturahmi Umat dan Pembentukan Karakter Bangsa

TANGERANG (JT) – Kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Tangerang di Kecamatan Pagedangan yang berlangsung selama 6 hari, telah resmi ditutup pada Selasa malam, 13 Januari 2026.

Kegiatan yang berlangsung sejak 8 Januari di Lapangan Rans Nusantara, Lengkong Kulon, Pagedangan, tersebut ditutup secara resmi oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid.

Ribuan kafilah dari 29 kecamatan berpartisipasi dalam pagelaran tahunan ini. Para kafilah telah menunjukkan keahlian mereka dalam berbagai cabang lomba seperti seni baca Al-Qur’an, Qiraat Qur’an, Kaligrafi dan lain sebagainya.

Para kafilah memberikan penampilan terbaik mereka dalam setiap kategori cabang lomba yang diikuti. Hasil penilaian Dewan Juri ditentukan Kecamatan Pagedangan sebagai Juara Umum pada MTQ ke-56 tahun 2026 ini.

Keberhasilan mereka meraih prestasi tersebut tidak lepas dari kerja keras, latihan, dan doa yang tulus dalam mempersiapkan diri untuk berkompetisi dengan peserta lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menggaris bawahi bahwa MTQ bukan hanya sekadar perlombaan membaca dan menghafal ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi umat, penguatan spiritual, serta pembentukan karakter bangsa.

“MTQ merupakan inspirasi kehidupan, tempat kita mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.

Bupati Maesyal Rasyid juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada LPTQ Kabupaten Tangerang, seluruh panitia, serta berbagai elemen yang turut berkontribusi dalam suksesnya pelaksanaan MTQ tahun ini. Ia menilai, keterlibatan aktif masyarakat adalah fondasi utama dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

“Partisipasi dan antusiasme luar biasa dari masyarakat mencerminkan kepercayaan yang besar kepada kami. Ini adalah bentuk ikhtiar bersama untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya dengan penuh haru.

MTQ ke-56 tidak hanya menampilkan kemampuan para Qori dan Qoriah, Hafiz dan Hafizah terbaik dari seluruh Kabupaten Tangerang, tetapi juga menjadi media penguatan keimanan, cinta terhadap Al-Qur’an, serta membangun semangat kompetitif yang sehat di kalangan generasi muda.

Kepada para peserta yang meraih juara, Bupati Maesyal memberikan ucapan selamat sembari mendorong mereka untuk terus mengembangkan diri dan mengharumkan nama daerah, tidak hanya di tingkat kabupaten dan provinsi, tetapi juga di ajang nasional maupun internasional.

“Jadikan kemenangan ini sebagai pijakan awal untuk terus berkarya dan menginspirasi generasi penerus,” pesannya.

Bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, Bupati Maesyal mengingatkan bahwa MTQ adalah ladang pahala dan ibadah, serta sarana pembinaan rohani yang tidak kalah penting. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus istiqamah dalam mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai bekal untuk masa depan.

Selain membawa dampak dari sisi spiritual, pelaksanaan MTQ kali ini juga memberikan efek positif bagi perputaran ekonomi daerah. Geliat UMKM, promosi wisata lokal, serta penguatan hubungan antarwilayah turut dirasakan oleh masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“MTQ membuktikan bahwa nilai-nilai Islam, kearifan budaya lokal, dan semangat pembangunan bisa berjalan beriringan dan saling memperkuat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pondasi utama dalam kehidupan, serta membangun generasi Kabupaten Tangerang yang unggul, religius, dan berkarakter menuju masa depan yang semakin gemilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *