TANGERANG, (JD) — Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang justru diwarnai aksi balap liar pada Sabtu (17/10/2026) malam. Padahal, akses jalan umum di kawasan tersebut sedang ditutup total untuk sterilisasi lintasan ajang resmi KNPI Drag Bike Kejurprov Banten – Piala Bupati Tangerang 2026.
Berdasarkan pantauan Jurnal daily.Co di lapangan, jalur protokol yang ditutup membentang dari Bundaran Kantor Bupati Tangerang hingga Bundaran Masjid Agung Al-Amjad. Area yang disterilkan dari lalu lintas umum tersebut tampak minim penjagaan pada malam hari, sehingga dimanfaatkan sekelompok pemuda untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan menggeber knalpot brong.
Tak ayal, kondisi ini memicu keresahan warga sekitar dan pengguna jalan. Terlebih, pengalihan arus lalu lintas di kawasan Puspemkab Tangerang di siang hari sebelumnya telah menimbulkan kebingungan bagi para pengendara.
”Awalnya jalan ditutup katanya buat persiapan balap resmi KNPI. Tapi pas malam hari malah banyak anak muda yang jadikan jalanan sekitar bundaran ini buat balap liar. Suaranya bising dan membahayakan pengendara yang nekat melintas,” ujar Alif, salah seorang warga di sekitar lokasi.

Tak hanya iyu, selain memicu masalah ketertiban pada malam hari, penutupan akses jalan demi event balap berhadiah Rp150 juta ini juga dikeluhkan oleh para pedagang kecil. Seperti Tati salah satunya, penjual kopi asal Cisoka, mengaku kehilangan pendapatan harian karena akses pembeli menuju lapaknya terputus.
Kritik tajam turut dilayangkan oleh Founder Aliansi Pemuda Berdampak (APB), Gilang Purnama. Ia menilai penutupan jalan yang berdampak pada matinya mata pencaharian pedagang kecil bertolak belakang dengan semangat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang yang baru saja diperingati pada 13 Oktober lalu.
”Kalau event mewah berhadiah ratusan juta rupiah justru membuat pedagang kecil menangis karena lapaknya mati, sementara di malam hari jalannya malah dipakai ajang balap liar, di mana letak ketertiban dan dampak positifnya? Jangan sampai fasilitas publik justru memicu masalah baru di tengah masyarakat,” tegas Gilang merujuk pada tema HUT “Terus Bergerak Semakin Berdampak”.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun aparat kepolisian setempat. Warga berharap pihak berwenang segera memperketat pengamanan di area sirkuit non-permanen Puspemkab Tangerang untuk mencegah aksi balap liar dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas).





