Pemkab Tangerang Bakal Gelar Gerakan Pangan Murah di 29 Kecamatan Selama Ramadan

Banten48 Dilihat

TANGERANG (JD) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 29 kecamatan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/Tahun 2026 Masehi.

Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengatakan, gerakan pangan murah akan dilaksanakan secara merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Gerakan pangan murah ini akan terus kita lakukan, bukan hanya hari ini. Kita juga akan melaksanakan operasi pasar di kecamatan-kecamatan,” kata Wabup Intan usai memantau gerakan pangan murah di Gedung Serbaguna (GSG) Kecamatan Sukamulya, pada Kamis, 12 Februari 2026.

Wabup Intan menjelaskan, pihaknya akan memantau perkembangan harga bahan pokok, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat.

Jika ditemukan adanya lonjakan harga pada komoditas tertentu, Pemkab Tangerang akan berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk segera melakukan operasi pasar guna menekan kenaikan harga.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang itu memastikan ketersediaan stok pangan di Kabupaten Tangerang menjelang Ramadan masih dalam kondisi aman dan mencukupi.

Namun demikian, ia mengakui beberapa komoditas, khususnya cabai, berpotensi mengalami kenaikan harga akibat pengaruh musim hujan yang berdampak pada penurunan produksi petani.

“Secara umum stok pangan tersedia dengan baik. Hanya saja, pada musim hujan biasanya produksi cabai sedikit menurun sehingga memengaruhi harga,” jelas Wabup Intan.

Selain menjaga stabilitas harga, Pemkab Tangerang juga meningkatkan pengawasan terhadap distributor dan pelaku usaha.

Wabup Intan menegaskan tidak akan menoleransi praktik penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.

“Distributor tidak boleh melakukan penimbunan atau menahan stok. Jika ditemukan pelanggaran, akan ditindak sesuai aturan melalui aparat penegak hukum,” tegasnya.

Salah seorang warga, Siti Jubaedah, mengaku sengaja datang dan menunggu pelaksanaan gerakan pangan murah menjelang Ramadan karena harga kebutuhan pokok biasanya meningkat saat memasuki bulan puasa.

“Biasanya menjelang Ramadan harga naik, jadi kami berharap gerakan pangan murah ini sering ada. Kalau harganya lebih murah, kami bisa belanja lebih awal untuk persiapan puasa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rachmatullah. Ia berharap gerakan pangan murah selama Ramadan benar-benar dilaksanakan di seluruh kecamatan agar masyarakat di wilayah pinggiran juga bisa merasakan manfaatnya.

“Kami tunggu gerakan pangan murah di kecamatan kami. Semoga betul-betul merata sampai ke desa-desa,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *