JD – Suatu hari, ada surat telegram (ST) Kapolri, beredar di aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) Polri, sekitar Juni – Juli 2026. Isinya, penugasan, keluar dari belakang layar (back office) ke komando operasional lapangan. Lalu, dari sinilah cerita dimulai tentang polisi wanita (polwan) pertama jadi Kapolres Lebak.
“Senang dan terharu, karena pengalaman pertama jadi seorang kapolres”| katanya. “Jadi tantangan terbaru dalam perjalanan karier saya. Kemampuan, kompetensi, dan pengalaman harus saya aplikasikan di lapangan,” tambah polwan kelahiran Makassar. Provinsi Sulawesi Selatan, yang berulang tahun pada 2 September 2026 itu.
Maka, di lingkungan Markas Polres Lebak, kini Bu Kapolres, bukan lagi Pak Kapolres. Baru terdengar sekarang ini, memang, seorang polwan perwira menengah itu jadi orang nomor satu di wilayah hukum Polres Lebak, bahkan di Polda Banten.
Di daftar para Kapolres Lebak, yang biasa dipahat di dinding tembok gedung markas Polres setempat, perempuan berhijab ini kelak namanya akan tercatat dalam lembar sejarahnya sendiri : Kapolres Lebak pertama dari kalangan polwan.
Dia, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arninsi, S.H., S.I.K., M.Si., dilantik pada 29 Juli 2026. Namanya ringkas, tetapi lebih ringkas lagi nama di sebagian pakaian dinasnya : Arni. Kapolres AKBP Arni hadir menggantikan Kapolres AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H. yang dipromosikan jadi wakil direktur Reskrimsus Polda Banten.
Di Balik Layar Biro SDM
AKBP Arninsi mengawali kariernya jadi polwan, padahal masih kuliah di semester IV, di sebuah perguruan tinggi di Makassar. Dinas pertamanya di Polda Jawa Timur, lalu di Polda Metro Jaya, dan terakhir di Polda Banten, sebelum kemudian jadi kapolres Lebak.
Jabatannya di Polda Banten, di Biro SDM, memang relevan, satu jalur dengan gelar akademik dan studi spesialisasinya di strata dua. Setelah lulus sarjana ilmu kepolisian di Universitas Indonesia (UI), lalu fokus pada kajian manajemen internal Polri, khususnya pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Tesisnya memang bertemakan SDM di lingkungan Polda Metro Jaya.
Selama ini, AKBP Arninsi bekerja di belakang layar, bergelut dengan SDM anggota Polri. Dia tahu persis tentang peta kekuatan internal Polda Banten yang berkaitan dengan SDM.
Pengalaman dan latar belakang kesarjanaannya mendukung semua itu. AKBP Arninsi tahu persis pula siapa saja yang akan menduduki jabatan kapolres. wakapolres, atau jabatan lainnya di lingkungan Polda Banten. Memang, bagian SDM-lah yang biasanya tahu paling awal.
Kepercayaan institusinya, atau atasannya, jauh lebih berharga dari sekadar jabatan. Atasannya percaya, latar belakang pendidikan dan pengalaman akan mendukung tugas pokok dan fungsinya sebagai kapolres.
Maka, tangannya yang lembut halus itu kini memegang tongkat komando, yang tak pernah dipegang sebelumnya, selama berdinas di balik layar Biro SDM. AKBP Arninsi, setelah berpindah-pindah dari Polda ke Polda, disadari atau tak disadari, kemudian jadi polwan spesialis SDM.
Doa Kiai, Iman, dan Aman
Berbaju seragam cokelat, berkerudung yang membingkai wajahnya, dan tongkat komando yang tak lepas dari genggaman tangannya. Kapolres Lebak AKBP Arninsi duduk bersama-sama dengan para kiai, di atas tikar yang sama, di Pesantren Nurul Hasanah, Ciheulang. (K.H. Hasan Basri).
Kapolres Arninsi tak sedang kehilangan wibawa, tetapi justru sedang menikmati suasana teduh dan sejuk di tengah-tengah para kiai yang tenang dan lembut. Wibawa datang dalam bentuknya yang lain, justru saat menundukkan kepala, saat meletakkan tongkat komando di hadapan para kiai.
Di rumah kiai, tentu saja, tak ada meja komando, tak ada radio komunikasi, juga tak ada kendaraan patroli. Kapolres Arninsi tak hendak memaparkan visi dan misi di hadapan para kiai, tetapi datang mengetuk pintu untuk meminta doa.
Kiai bertugas menjaga keimanan, sedangkan polisi bertugas menjaga keamanan. Dalam lambang Kabupaten Lebak, ada sebaris kalimat “iman, aman, uman, amin”. Iman dibina oleh ulama, lalu aman dijaga oleh polisi.
Kapolres Arninsi punya pangkat, kewenangan, pasukan, dan tongkat komando. Cara menjaga sebuah wilayah agar tetap aman, tak selalu ditemukan dalam buku atau aturan tertulis, tetapi ada pada para kiai dalam salat tahajud mereka.
Maka, berbekal doa para kiai inilah, dan dengan ucapan “basmalah”, Kapolres Arninsi mulai melangkah bertugas dari “titik nol kilometer” Jalan Siliwangi KM 01 Cileuweung, Kecamatan Rangkasbitung 42313 (Dean Al-Gamereau)






