Massa PAC PKB Kelapa Dua Tuntut Restrukturisasi DPC Kabupaten Tangerang Saat Muscab

Politik123 Dilihat

TANGERANG, (JD) — Sejumlah massa yang tergabung dalam Pengurus Anak Cabang (PAC) Kelapa Dua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPC PKB Kabupaten Tangerang, Jumat (10/4/2026). Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Tangerang.

Dalam aksinya, massa menuntut adanya perubahan kepengurusan di tubuh DPC PKB Kabupaten Tangerang. Mereka menilai kepemimpinan saat ini tidak responsif terhadap aspirasi kader di tingkat bawah dan cenderung menutup ruang kritik.

Pelaksanaan Muscab kali ini juga menjadi sorotan. Pasalnya, mekanisme pemilihan tidak dilakukan secara langsung oleh PAC, melainkan hanya melalui pengusulan sejumlah nama untuk disampaikan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) melalui Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi Banten.

Salah satu pengurus PAC Kelapa Dua, Abdul Rosyid, menegaskan bahwa tuntutan restrukturisasi merupakan aspirasi nyata dari kader di tingkat akar rumput. Ia menilai kepemimpinan saat ini menunjukkan sikap anti kritik, sebagaimana tercermin dalam dinamika yang terjadi pada hari itu.

“Kami pengurus PAC PKB Kelapa Dua menyuarakan aspirasi dari bawah. Kami menginginkan restrukturisasi. Perbedaan itu hal biasa, namun hari ini terbukti kepemimpinan yang ada anti kritik,” tegas Abdul Rosyid dalam orasinya.

Menurutnya, restrukturisasi penting dilakukan guna mendorong regenerasi kepemimpinan serta meningkatkan kontribusi nyata DPC kepada PAC dan ranting. Ia juga menyoroti minimnya perhatian terhadap kader di tingkat grassroot pasca pemilu.

“Selama ini PAC dan ranting disebut sebagai ujung tombak kemenangan pemilu, tetapi setelah itu kami seolah ditinggalkan. Kami menginginkan perubahan dan kontribusi nyata bagi kader di tingkat bawah,” ujarnya, yang disambut teriakan “perubahan” dari massa aksi.

Aksi sempat diwarnai ketegangan antara pengunjuk rasa dengan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang berjaga di lokasi. Namun situasi tetap terkendali, dan massa akhirnya membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan aspirasi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *