Hari Tari Sedunia di Kabupaten Tangerang: Seni yang Berbudaya dan Budaya yang Berseni

Gaya Hidup44 Dilihat

TANGERANG (JD) – Semangat pelestarian seni dan budaya kembali menggema di Kabupaten Tangerang melalui peringatan Hari Tari Sedunia Tahun 2026. Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi berbagai komunitas sanggar tari bersama Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang dengan tajuk ‘Seni yang Berbudaya dan Budaya yang Berseni’.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Graha Pemuda Kabupaten Tangerang pada Minggu 10 Mei 2026. Berbagai komunitas tari turut memeriahkan kegiatan tersebut dengan melibatkan generasi muda serta komunitas seni dari berbagai wilayah.

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT) Hj. Aida Hubaedah, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan seni tari yang dinilai terus berkembang hingga melahirkan berbagai genre tari dari kalangan generasi muda. Ia juga memberikan semangat kepada para seniman muda untuk terus berkarya dan menjaga kreativitas.

“Perkembangan komunitas tari semakin bermunculan ini menandakan kreativitas seni berjalan, para seniman muda untuk terus berkarya dan menjaga kreativitas,” ujar Aida Hubaedah.

Menurut Bunda Ratu, panggilan akrab Aida Hubaedah, perkembangan komunitas tari menjadi indikator tumbuhnya kreativitas seni di daerah.

Panitia penyelenggara Hari Tari Sedunia, Fikri Faiz Muhammad, menjelaskan bahwa perayaan tersebut merupakan momentum pelestarian dan pengembangan seni tari sebagai bentuk kreativitas terhadap perlakuan seni itu sendiri. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi komunitas tari untuk terus berkarya dan mempertahankan eksistensi seni tradisi.

“Bagi komunitas tari momentum ini merupakan bentuk pelestarian kreativitas terhadap perlakuan seni itu sendiri,” ucap Fikri. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang itu menegaskan, perayaan Hari Tari Sedunia bukan sekadar seremonial semata. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi upaya pengembangan dan pelestarian seni tari secara berkelanjutan.

“Kegiatan hari tari sedunia ruang pengembangan dan pelestarian yang berkelanjutan,” kata Fikri. Ia menilai ruang kreativitas bagi pelaku seni tari perlu terus diperkuat di Kabupaten Tangerang.

Kepedulian terhadap ruang kreativitas seni tari di Kabupaten Tangerang juga terlihat dari bermunculannya berbagai sanggar tari. Kondisi tersebut dinilai menjadi bentuk tanggung jawab moral para pelaku seni untuk merawat budaya secara berkesinambungan.

“Masih ada yang peduli merawat tari di Kabupaten Tangerang membuka ruang pada sanggar-sanggar untuk berkreativitas, tinggal mendudukan para pelatih tari yang profesional saja,” ujar Teguh Prayitno, Penggiat Tari asal Cikupa. Ia menilai peningkatan kualitas pelatih tari juga penting untuk mendukung perkembangan seni tari daerah.

Staf Ahli Bupati Tangerang, H. Achmad Kasori, mengapresiasi kegiatan Hari Tari Sedunia yang diselenggarakan di Gedung Graha Pemuda tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya merawat budaya dan pelestarian seni daerah.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena kegiatan tersebut bagian dari merawat budaya serta merupakan bentuk pelestarian, pengembangan seni,” ucapnya. Dukungan pemerintah diharapkan dapat memperkuat pelestarian seni dan budaya lokal di Kabupaten Tangerang.

Acara Hari Tari Sedunia berlangsung meriah dengan penampilan penari muda-mudi yang energik dan atraktif membawakan berbagai tari tradisi pakem maupun kreasi. Penampilan tersebut membangun atmosfer penonton untuk tetap menyaksikan pertunjukan hingga acara berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *