Proyek Jalan Usaha Tani di Desa Gunung Sitember Tidak Sesuai Juknis, Diduga Main Serong dengan Anggaran

Nasional47 Dilihat

Sumut, JD – Proyek pembangunan bidang pelaksanaan pembangunan Desa Gunung Sitember, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, Sumut. Dalam kegiatan tersebut perkerasan jalan usaha tani menuai kritik tajam publik dan warga setempat yang diduga terindikasi penyelewengan anggaran tahun 2023-2025 tidak sesuai spesifikasi petunjuk teknis (Juknis).

Berikut beberapa perbaikan anggaran dana proyek di tahun 2023 :
Realisasi pembangunan dan rehabilitasi peningkatan prasay jalan desa gorong gorong/selokan dst)Rp 130.949.900.

Keadaan mendesak Rp 35.000.000
Keadaan mendesak RP 35.000.000
Keadaan mendesak Rp 35.000.000
Penyusunan pendataan pemuktahiran profil Desa Rp 35.000.000

Tahun 2024:

Pembangunan rehabilitasi dan peningkatan pengerasan jalan usaha tani Rp 231.252.800 dan lain-lain, pengerasan jalan lingkungan, permukiman gang Rp 139.202.450 dan lain-lainm

Tahun 2025
Pagu anggaran desa RP 758.763.000 Tidak singkron dengan realisasi RP.500.236.200

Pembangunan rehabilitasi peningkatan pengerasan jalan usaha tani Rp 107.982.399

Pembangunan rehabilitas peningkatan sanitasi, selokan dan gorong gorong/parit dan lain-lain Rp 81.518.900.

Keadaan mendesak, Rp 13.200.000, 19.800.000, 6.600.000, 6.600.000, 33.000.000.

Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan tajam anggaran proyek perkerasan usaha tani yang berlokasi di perladangan batu kumpi dengan nilai anggaran senilai Rp. 108.464.700, sumber dana dari APBDes tahun 2025 disinyalir proyek yang diduga ada penyelewengan anggaran dana yang tidak sesuai dengan standar kerja.

Pasalnya, pada waktu perkerasan terlebih dahulu di sprit kapur baru di pasang batu kali, sehingga kualitas kurang bagus dan akan cepat hancur karena tidak sesuai aturan spesifikasi petunjuk teknis yang terkesan asal jadi.

Warga setempat menjelaskan, proyek jalan di Desa Gunung Sitember tidak sesuai spesifikasi standar petunjuk teknis, dan dikerjakan dengan asal jadi saja.

“Ini sudah jelas adanya dugaan penyelewengan terhadap kegiatan proyek tersebut, hasil pantauan kami kualitas kurang bagus bisa jadi cepat hancur atau rapuh,” tegas warga yang enggan disebutkan nama nya.

Selain itu, kata dia, anggaran dana fisik yang mencapai ratusan juta seharusnya kegiatan proyek ini lebih ditingkatkan dengan hasil dan kualitas yang sangat bagus bukan malah sebaliknya.

“Kalau proyek pembangunan jalan usaha tani kurang layak, mungkin saja ada indikasi proyek di Desa Gunung Sitember semuanya tidak sesuai dengan standar atau asal jadi saja,” ungkapnya.

Dari anggaran dana realisasi untuk pembangunan Desa Gunung Sitember masih terkesan asal jadi tidak sesuai spesifikasi. Dikhawatirkan terjadinya Mark up dan penyelewengan anggaran dana apabila proyek lain berlanjut ke tahap selanjutnya.

Tinggalkan Balasan