Perkuat Ketahanan Pangan, Sespimmen Polri Dorong Pengembangan Ubi Cilembu di Sumedang

Nasional44 Dilihat

SUMEDANG,(JD);– Pengembangan ubi Cilembu sebagai komoditas unggulan daerah menjadi salah satu strategi yang didorong Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg 67 Poklat 7 untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang. Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Mapolres Sumedang, Kamis (13/8/2026).

FGD yang diikuti 11 perwira menengah Polri tersebut menjadi forum untuk menggali potensi pangan lokal sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan stabilitas harga dan distribusi bahan pokok. Kegiatan mendapat dukungan dari Kapolres Sumedang, Dr. Reza Ma’ruffi, S.H., S.I.K., M.H.

Diskusi melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kasatreskrim Polres Sumedang, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Asosiasi Pengelola Pasar, serta tokoh masyarakat.

Dalam forum tersebut, ubi Cilembu mendapat perhatian karena merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi dan identitas kuat bagi Sumedang. Pengembangan komoditas tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Penguatan ubi Cilembu tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengembangan nilai tambah dan pemasaran. Dengan pengelolaan yang lebih baik, komoditas lokal tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Di sisi lain, FGD juga membahas persoalan distribusi yang berpengaruh terhadap harga bahan pokok. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah belum tersedianya pasar induk di Kabupaten Sumedang.

Ketiadaan pasar induk dinilai membuat rantai distribusi menjadi lebih panjang. Pedagang lokal harus memperoleh pasokan melalui sejumlah tahapan sebelum barang sampai kepada konsumen, sehingga berpotensi berdampak terhadap harga jual.

Untuk menjawab persoalan tersebut, peserta forum mendorong adanya pasar induk yang dapat memperpendek rantai pasok dan meningkatkan efisiensi distribusi. Selain itu, gagasan Bazar Pasar Murah turut dibahas sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Kepolisian juga mendorong pengawasan terhadap gudang-gudang distributor untuk mengantisipasi praktik penimbunan maupun gangguan distribusi yang dapat memengaruhi ketersediaan dan harga bahan pokok.

Tokoh masyarakat H. Sobirin menyambut positif pembahasan mengenai penguatan potensi pangan lokal dan stabilitas harga. Menurutnya, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, pengelola pasar, dan masyarakat diperlukan agar pengembangan pangan lokal dapat berjalan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut diawasi langsung oleh Brigjen Pol Nurcholis dan disupervisi Kombes Pol Purwanto. FGD berlangsung interaktif dengan membahas potensi pangan lokal sekaligus sejumlah persoalan yang memengaruhi stabilitas pangan di Sumedang.

Melalui forum tersebut, peserta Sespimmen Polri mendorong pengembangan ubi Cilembu sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. Di saat yang sama, perbaikan distribusi dan pengawasan rantai pasok diharapkan dapat mendukung terciptanya ketersediaan pangan serta harga bahan pokok yang lebih stabil bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan