Lepas TMCR 2026, Bamsoet: Otomotif Bisa Majukan Pariwisata Edukatif untuk Kenalkan Jakarta

Gaya Hidup54 Dilihat

JAKARTA, (JD) – Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi penyelenggaraan Teladan Metropolitan City Rally (TMCR) 2026 sebagai ajang otomotif yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi, promosi pariwisata, pelestarian sejarah, dan penguatan kecintaan masyarakat terhadap Kota Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Bamsoet saat melepas peserta TMCR 2026 di Balai Kota Jakarta, Minggu (28/6/2026), dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.

Menurut Ketua MPR RI ke-15 yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Volkswagen Beetle Club (VBC) itu, konsep city rally yang mengajak peserta menjelajahi kawasan bersejarah dan destinasi budaya merupakan model kegiatan otomotif yang sejalan dengan pembangunan kota modern yang mengedepankan edukasi, keselamatan berkendara, serta pemberdayaan ekonomi kreatif.

“TMCR 2026 menunjukkan bahwa olahraga otomotif dapat dikemas sebagai sarana edukasi publik yang memperkenalkan sejarah Jakarta, menghidupkan sektor pariwisata, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Inilah model baru kegiatan otomotif yang memberi manfaat sosial, budaya, dan ekonomi secara bersamaan,” ujar Bamsoet.

Acara pelepasan peserta turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Teladan Jakarta sekaligus Ketua IMI DKI Jakarta, Anando Eko, serta sejumlah tokoh dan komunitas otomotif.

Bamsoet menjelaskan, city rally telah berkembang menjadi salah satu bentuk sport tourism yang semakin diminati di berbagai negara. Berbeda dengan balapan yang mengutamakan kecepatan, city rally lebih menitikberatkan pada ketepatan navigasi, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, kemampuan membaca petunjuk perjalanan, kerja sama tim, serta wawasan peserta terhadap lokasi-lokasi bersejarah yang dilintasi.

Konsep tersebut, kata dia, menjadikan olahraga otomotif lebih inklusif karena dapat diikuti berbagai kalangan, mulai dari komunitas kendaraan, keluarga, pelajar, hingga masyarakat umum.

“Jakarta memiliki sejarah panjang, ikon budaya yang kuat, serta infrastruktur yang mendukung penyelenggaraan city rally berskala besar. Karena itu, TMCR menjadi momentum untuk memperkenalkan Jakarta sebagai kota modern yang tetap menghargai sejarah dan identitas budayanya. Kegiatan seperti ini layak menjadi agenda tahunan dalam pengembangan sport tourism di Indonesia,” katanya.

Selain mendukung promosi wisata, Bamsoet menilai penyelenggaraan event otomotif edukatif juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran peserta beserta keluarga dan komunitas diyakini mampu meningkatkan aktivitas di sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menambahkan, industri otomotif nasional hingga kini masih menjadi salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian melalui investasi, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan industri manufaktur.

“Setiap event otomotif selalu menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Hotel, restoran, transportasi, pelaku UMKM, hingga sektor jasa memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas peserta dan wisatawan. Karena itu kegiatan seperti TMCR patut terus didorong agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” pungkas Bamsoet.

Tinggalkan Balasan