Banten Dilirik Investor Data Center dan AI, Andra Soni Siapkan Dukungan Infrastruktur

Banten, Teknologi37 Dilihat

SERANG, (JD) – Ketersediaan pasokan listrik, sumber daya air, serta dukungan infrastruktur yang relatif lengkap menjadikan Provinsi Banten semakin dilirik sebagai lokasi pengembangan industri pusat data (data center) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ketertarikan tersebut mengemuka saat Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan CEO Hexavia, Qimeng Sun, bersama jajaran investor asal Beijing, Tiongkok, di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Sam’un Nomor 5, Kota Serang, Rabu (29/7/2026).

Investor tersebut tengah menjajaki peluang pembangunan pusat data di Indonesia. Setelah melakukan kunjungan ke sejumlah provinsi, Banten dinilai memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan energi, sumber daya air, serta akses infrastruktur yang mendukung kebutuhan industri teknologi informasi.

“Saya menerima teman-teman dari Beijing yang bergerak di bidang industri teknologi informasi. Mereka punya rencana untuk membangun data center di Indonesia. Sudah ke beberapa provinsi, namun dukungan infrastrukturnya kurang mendukung kebutuhan untuk investasi data center. Provinsi Banten sangat strategis,” ujar Andra Soni.

Andra menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten terbuka terhadap masuknya investasi selama memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Menurutnya, pemerintah daerah akan berupaya memberikan fasilitasi kepada calon investor agar proses penjajakan dan realisasi investasi dapat berjalan secara efektif.

“Kami selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah berusaha memfasilitasi semaksimal mungkin para calon investor yang akan masuk ke Indonesia,” katanya.

Kunjungan investor tersebut turut didampingi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Banten, Ade Yuliasih, yang saat ini sedang melaksanakan masa reses.

Ade menyampaikan komitmennya untuk mendorong terbukanya peluang investasi di daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.

“Dalam rangka, pertama menyejahterakan masyarakat. Kedua mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Andra berharap realisasi investasi di Provinsi Banten pada 2026 dapat melampaui target sebagaimana capaian investasi pada 2025.

Menurutnya, secara geografis dan ekonomi, Banten memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah tujuan investasi nasional.

Kedekatan dengan Jakarta, keberadaan bandara internasional, jaringan jalan tol, ketersediaan energi dan air, serta jumlah penduduk yang besar menjadi modal penting bagi pengembangan berbagai sektor industri.

“Sehingga Banten sejak dulu adalah tujuan investasi. Bapak Presiden Prabowo targetnya adalah hilirisasi. Tentu kita berharap industri-industri di Provinsi Banten mengarah juga ke hilirisasi supaya dampaknya kepada penyerapan tenaga kerja meningkat,” tutur Andra.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan investor menunjukkan minat untuk mengembangkan pusat data di Banten.

Menurutnya, kebutuhan utama industri pusat data meliputi ketersediaan lahan, pasokan listrik yang andal, serta sumber daya air yang memadai.

“Alhamdulillah, di Provinsi Banten tersedia,” ujar Virgojanti.

Ia mengungkapkan, sejumlah investor telah menyatakan ketertarikan untuk membangun pusat data di beberapa wilayah di Banten.

Lokasi yang telah dilirik antara lain Cileles, Kabupaten Lebak, kawasan KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) di BSD, Kabupaten Tangerang, serta kawasan Cikupa.

Selain itu, investor juga mulai menjajaki peluang pengembangan pusat data di wilayah Serang.

Meski memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri digital, Virgojanti menilai Banten masih menghadapi tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi.

Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan, dan kompetensi tenaga kerja di sektor teknologi informasi menjadi bagian penting agar masyarakat Banten dapat mengambil peran dalam perkembangan industri pusat data dan kecerdasan buatan.

Kehadiran investasi pusat data dan AI diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem ekonomi digital, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di Provinsi Banten.

Tinggalkan Balasan