IoT hingga Energi Surya Warnai TTG 2026, Tangerang Bidik Lahirkan Inovasi Siap Pakai

Banten72 Dilihat

TANGERANG, (JD) — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) resmi membuka Gelar Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Ajang adu kreativitas inovator lokal ini digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mewakili Bupati Tangerang. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya inovasi teknologi berbasis kebutuhan masyarakat sebagai pendorong kemandirian ekonomi desa.

“Teknologi Tepat Guna adalah jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Intinya efisiensi. Kita ingin alat-alat yang dihasilkan benar-benar dapat membantu petani, pelaku UMKM, hingga rumah tangga dalam meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Ajang tahun ini menghadirkan warna baru dengan dominasi pelajar yang mengusung inovasi berbasis Internet of Things (IoT). Salah satu yang menonjol adalah SIPETA (Sistem Pemantauan pH Tanah) yang mampu memberikan rekomendasi jenis tanaman secara otomatis.

Inovasi menarik lainnya datang dari Kecamatan Pasar Kemis. Dua siswi SMA Islam Terpadu Auladi Islami, Naura Atanaya Aji dan Sabriya Belfaira, memperkenalkan BEI (Bio Energy in IoT Hydroponics), sistem hidroponik cerdas berbasis energi surya dengan otomatisasi nutrisi.

“Sistem ini memungkinkan pemberian nutrisi secara otomatis melalui sensor. Kondisi tanaman juga bisa dipantau dari jarak jauh melalui website, sehingga tetap dapat dikontrol meski pemilik berada di luar kota,” jelas keduanya.

Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang, H. Yayat Rohiman, mengungkapkan lomba tahun ini diikuti 21 inovasi teknologi tepat guna dan 4 Posyantek dari 15 kecamatan, di antaranya Tigaraksa, Sepatan, Kemiri, Jayanti, hingga Teluknaga dan Kresek.

Ia mengakui secara jumlah terjadi penurunan peserta dibanding tahun sebelumnya karena bertepatan dengan Ujian Akhir Semester (UAS). Namun, kualitas inovasi tetap tinggi, bahkan mengacu pada capaian sebelumnya seperti Bio-Casta yang menjadi juara tingkat Provinsi Banten 2025.

Yayat menekankan pentingnya sinergi triple helix antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta agar inovasi tidak berhenti di tahap prototipe, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat luas.

“Seluruh pemenang akan mewakili Kabupaten Tangerang di tingkat Provinsi Banten. Bahkan, tahun ini Kabupaten Tangerang juga diproyeksikan menjadi tuan rumah,” katanya.

Lebih lanjut, hasil inovasi akan dibina oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memastikan legalitas, keberlanjutan, dan peluang hilirisasi ke sektor industri.

Dengan penyelenggaraan lomba TTG 2026 ini, Pemkab Tangerang optimistis dapat membangun ekosistem inovasi yang mandiri, sekaligus menjadikan teknologi sebagai solusi praktis untuk meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *