Ketua RT 02 Lebakwangi Klarifikasi Kesalahpahaman Tentang Bantuan RTLH untuk Bapak Amit

Banten47 Dilihat

Tangerang,(JD) – Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai kondisi rumah tidak layak huni milik Bapak Amit di Kampung Rawa Berem, Desa Lebakwangi, Kecamatan Sepatan Timur, pihak pengurus lingkungan setempat memberikan klarifikasi resmi.

Ketua RT 02 Kampung Rawa Berem menegaskan, bahwa tudingan mengenai pihak pemerintah setempat yang tidak peduli atau belum pernah mendata keluarga Bapak Amit untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah tidak benar.

Pihak RT 02, menyatakan bahwa pihaknya justru sangat peduli dan telah berupaya aktif memperjuangkan agar hunian Bapak Amit bisa segera mendapatkan bantuan renovasi. Pengajuan berkas dan pendataan untuk program Bedah Rumah/Rutilahu sebenarnya sudah diproses dan diusulkan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kami dari pengurus RT 02 tidak pernah tinggal diam. Mengenai program Rutilahu atau bedah rumah, data Bapak Amit sudah kami rekap dan ajukan ke tingkat desa untuk diteruskan ke instansi terkait. Namun, realisasi program tersebut tentu membutuhkan proses birokrasi dan giliran sesuai anggaran yang turun,” ujar RT 02.

Terkait keluhan mengenai bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan beras yang sebelumnya dinilai tidak pernah sampai, kesalahpahaman tersebut kini telah melunak dan menemui titik terang.

Guna meluruskan informasi yang simpang siur, jajaran pengurus RT 02 langsung berinisiatif mendatangi dan menemui Bapak Amit secara kekeluargaan di kediamannya. Dalam pertemuan langsung tersebut, Bapak Amit akhirnya menyadari dan mengakui bahwa keluarganya memang menerima berbagai bantuan sosial yang selama ini digulirkan pemerintah.

Selama ini, dalam proses distribusi di lapangan, bantuan-bantuan tersebut kerap kali diterima dan diambil langsung oleh sang anak yang juga tinggal bersamanya. Akibat minimnya komunikasi internal di dalam rumah, Bapak Amit sempat mengira keluarganya terlewat dari daftar penerima manfaat.

“Setelah kami datangi ke rumahnya dan kami jelaskan secara baik-baik, Pak Amit akhirnya mengakui dan membenarkan bahwa bantuan beras serta bantuan lainnya memang masuk dan diterima. Hanya saja, yang sering menerima dan mengambil fisik bantuannya di lapangan adalah anaknya,” tambah Ketua RT.

Pihak pengurus RT 02 berharap klarifikasi dan tabayun langsung ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di tengah masyarakat dan media. Pihak lingkungan juga berkomitmen untuk terus mengawal usulan bedah rumah tersebut hingga terealisasi demi kesejahteraan keluarga Bapak Amit.

Tinggalkan Balasan