Kepala BGN Nanik Deyang Mundur untuk Jalani Pengobatan, Presiden Prabowo Minta Tetap Awasi Program MBG

Nasional82 Dilihat

JAKARTA, (JD) – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Deyang mengundurkan diri dari jabatannya untuk menjalani pengobatan penyakit jantung. Sebelum menjalani perawatan, Nanik berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto, menurut keterangan yang disampaikan, presiden memintanya tetap memberikan perhatian dan pengawasan terhadap Badan Gizi Nasional, khususnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dikutip dari akun instragram @dirgayuza, keputusan tersebut disampaikan setelah Nanik menyelesaikan masa kepemimpinannya di BGN yang berlangsung sekitar satu setengah bulan. Dalam periode singkat itu, ia disebut memulai berbagai langkah pembenahan tata kelola program MBG melalui serangkaian evaluasi dan reformasi kelembagaan.

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulis dirgayuza.

Menurutnya, selama memimpin BGN, Nanik melakukan evaluasi terhadap hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, serta menghentikan perluasan dapur MBG di wilayah yang dinilai telah jenuh.

Selain itu, BGN juga menemukan 414 SPPG yang bermasalah. Hasil evaluasi tersebut disebut berkontribusi pada penyelamatan anggaran negara hingga ratusan miliar rupiah. Di saat yang sama, Nanik membentuk 11 tim reformasi untuk memperkuat tata kelola program sekaligus memfokuskan penyaluran MBG kepada kelompok penerima manfaat yang paling membutuhkan.

Langkah pembenahan tersebut turut diperkuat dengan melibatkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.

Dalam berbagai kesempatan, Nanik menegaskan Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, pedagang, koperasi, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok pangan.

Sebelum memimpin BGN, Nanik Deyang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan advokasi kemanusiaan. Namanya antara lain dikenal melalui pendampingan terhadap kasus Wilfrida Soik serta berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan becak listrik bagi pengayuh becak lanjut usia.

Kepergian Nanik dari kursi Kepala BGN untuk sementara waktu diharapkan tidak menghentikan agenda reformasi yang telah dirintis. Setelah menjalani pengobatan dan pemulihan kesehatan, ia diharapkan dapat kembali berkontribusi dalam penguatan program gizi nasional demi peningkatan kualitas generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan