Prabowo Dorong Kolaborasi Kampus dan Industri Demi Indonesia Maju

Nasional39 Dilihat

JAKARTA, (JD) – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang diikuti sekitar 2.600 rektor, guru besar, dekan, dan dosen dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026).

Forum tersebut menjadi pertemuan keempat Presiden Prabowo dengan para pimpinan perguruan tinggi sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Pertemuan itu sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran dunia akademik sebagai mitra strategis pembangunan nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat untuk menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Melalui penyelenggaraan KSTI, pemerintah berharap lahir berbagai gagasan strategis yang mampu memperkuat pembangunan nasional melalui riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul.

KSTI sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang pertama kali digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Agustus 2025. Sejak awal, forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor guna mempercepat hilirisasi hasil riset, penguasaan teknologi, serta penguatan ekosistem industri nasional.

Selain menjadi wadah pertukaran gagasan, KSTI juga diharapkan mampu menjembatani kebutuhan dunia industri dengan kapasitas riset dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi, sehingga menghasilkan solusi konkret bagi berbagai tantangan pembangunan.

Di sela-sela agenda diskusi, Presiden Prabowo turut membagikan momen yang menarik perhatian peserta. Ia memperlihatkan dokumentasi presentasinya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang disampaikan bersama almarhum Prof. Mubyarto sekitar 22 tahun lalu.

Dokumentasi tersebut menjadi pengingat atas konsistensi perhatian Presiden terhadap pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan tinggi, serta pembangunan ekonomi nasional berbasis pemikiran akademik dan kemandirian bangsa.

Melalui penyelenggaraan KSTI 2026, pemerintah berharap kolaborasi yang semakin erat antara kampus, dunia usaha, dan industri mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing Indonesia, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan